Pangkal Pinang - Pangkal Kemenangan

Tak Sekadar Memasak, TP PKK Dibekali Ilmu B2SA dan Olahan Pangan Lokal

WhatsAppImage2026-04-14at115003
WhatsAppImage2026-04-14at115002
WhatsAppImage2026-04-14at1150011
WhatsAppImage2026-04-14at1150021
WhatsAppImage2026-04-14at115001
previous arrow
next arrow
WhatsAppImage2026-04-14at115003
WhatsAppImage2026-04-14at115002
WhatsAppImage2026-04-14at1150011
WhatsAppImage2026-04-14at1150021
WhatsAppImage2026-04-14at115001
previous arrow
next arrow

PANGKALPINANG, DISKOMINFO – Ketua TP PKK Kota Pangkalpinang, Bunda Hj. Susanti Saparudin, S.E., membuka kegiatan Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) Makanan Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) serta Pelatihan Pengolahan Pangan Lokal bagi Dasawisma/Keluarga Tahun 2026 di Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang, Selasa (14/4/2026).

Susanti Saparudin menegaskan bahwa peran ibu-ibu sangat penting dalam menentukan kualitas gizi keluarga. Melalui kegiatan ini, ia ingin para peserta tidak hanya memahami konsep B2SA, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Ibu-ibu ini kunci di keluarga. Jadi harus benar-benar paham bagaimana menyusun makanan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman, termasuk dalam menentukan porsi yang tepat,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya keseriusan peserta dalam mengikuti seluruh rangkaian pelatihan, terutama pada sesi praktik pengolahan pangan lokal.

“Perhatikan setiap materi yang diberikan, mulai dari teori sampai praktik. Termasuk saat praktik pembuatan mocaf, ini penting karena bisa jadi alternatif bahan pangan yang lebih sehat dan bernilai ekonomi,” katanya.

Menurut Susanti, pelatihan ini tidak hanya berdampak pada kesehatan keluarga, tetapi juga membuka peluang peningkatan ekonomi rumah tangga jika dikelola dengan baik.

“Kalau ini ditekuni, bukan hanya keluarga yang sehat, tapi juga bisa menambah penghasilan. Pangan lokal kita banyak, tinggal bagaimana kita mengolahnya dengan kreatif,” ungkapnya.

Ia pun berharap ilmu yang didapat tidak berhenti di kegiatan semata, melainkan benar-benar diterapkan di rumah masing-masing.

“Setelah pulang dari sini, jangan berhenti. Harus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari supaya ketahanan pangan keluarga bisa terwujud,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang, Samri, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari program tahunan B2SA yang difokuskan pada edukasi masyarakat, khususnya kelompok dasawisma.

“Peserta terdiri dari TP PKK kelurahan dan kecamatan se-Kota Pangkalpinang. Pelatihan kita bagi dua sesi dalam satu hari, dengan materi teori dan praktik agar lebih mudah dipahami,” jelasnya.

Ia berharap para peserta dapat menyerap ilmu yang diberikan dan menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam menyosialisasikan pentingnya konsumsi pangan lokal yang sehat dan bergizi di lingkungan masing-masing.

Penulis : Ira/Maya
Editor : Dedy/Ira

Leave A Reply