Pangkal Pinang - Pangkal Kemenangan

Pelajar SMPN 7 Pangkalpinang Diberi Pemahaman Dampak Bullying dan Cegah Pergaulan Bebas

WhatsAppImage2026-01-27at143643
WhatsAppImage2026-01-27at143642
WhatsAppImage2026-01-27at1436432
WhatsAppImage2026-01-27at1436431
WhatsAppImage2026-01-27at1436433
previous arrow
next arrow
WhatsAppImage2026-01-27at143643
WhatsAppImage2026-01-27at143642
WhatsAppImage2026-01-27at1436432
WhatsAppImage2026-01-27at1436431
WhatsAppImage2026-01-27at1436433
previous arrow
next arrow

PANGKALPINANG, DISKOMINFO – Ketua TP PKK Kota Pangkalpinang sekaligus Bunda Forum Anak, Susanti Saparudin, S.E., bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Pangkalpinang serta Forum Anak Pangkalpinang memberikan sosialisasi terkait bullying dan pencegahan pergaulan bebas kepada pelajar SMP Negeri 7 Pangkalpinang, Selasa (27/1/2026).

Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran siswa agar menjadi Generasi Keren Tanpa Bullying dan Pergaulan Bebas. Susanti menekankan pentingnya menghentikan segala bentuk perundungan di lingkungan sekolah. Ia menegaskan bahwa bullying tidak bisa dianggap sebagai candaan apabila sudah menimbulkan rasa sakit hati atau ketakutan.

“Teman itu dirangkul, bukan dipukul. Bullying bukan sekadar bercanda. Kalau sudah ada yang merasa sakit hati atau takut, itu sudah termasuk penindasan,” ujar Susanti.

Ia menjelaskan bahwa bullying memiliki berbagai bentuk, mulai dari fisik seperti memukul, verbal seperti mengejek nama orang tua, hingga cyber bullying melalui komentar jahat di media sosial. Dampak dari perilaku tersebut dinilai sangat serius karena dapat menyebabkan korban depresi, enggan ke sekolah, bahkan mengalami trauma berkepanjangan.

“Anak-anak jangan hanya jadi penonton. Jadilah upstander, pembela kebenaran. Kalau melihat ketidakadilan, laporkan kepada guru,” tegasnya.

Selain itu, Susanti juga mengingatkan siswa agar mampu menjaga diri dari pergaulan bebas. Menurutnya, masa SMP merupakan masa transisi yang penuh rasa ingin tahu sehingga perlu diimbangi dengan prinsip dan batasan yang kuat.

“Masa SMP itu rasa ingin tahunya besar, itu bagus, tapi harus punya rem yang pakem. Bergaul luas boleh, tapi tetap punya prinsip dan jangan mudah ikut-ikutan tren yang merugikan kesehatan seperti rokok atau miras,” katanya.

Ia turut mengajak siswa untuk lebih selektif dalam memilih lingkungan pertemanan dan bijak dalam menggunakan gadget. Teman yang baik, menurutnya, adalah mereka yang saling mendukung untuk berprestasi, bukan yang mengajak bolos atau melanggar norma.

“Gunakan gadget dengan bijak. Jangan mudah tergiur konten negatif atau ajakan dari orang asing di dunia maya,” lanjut Susanti.

Susanti mengajak seluruh siswa SMP Negeri 7 Pangkalpinang untuk fokus pada prestasi, menyalurkan energi ke kegiatan positif seperti ekstrakurikuler dan hobi, membangun komunikasi terbuka dengan guru maupun orang tua, serta menumbuhkan sikap saling menghargai di lingkungan sekolah.

Penulis : Ira/Maya
Editor : Dedy/Ira

Leave A Reply