Penanganan Penyakit Menular Perlu Keterlibatan Semua Unsur
- account_circle percepatan
- calendar_month 0 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak





info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PANGKAL PINANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkal Pinang melalui Dinas Kesehatan menggelar sosialisasi penguatan integrasi AIDS/HIV, Tuberkulosis, Malaria dan Hepatitis (ATMH) dalam implementasi Integrasi Layanan Primer (ILP) yang dilangsungkan di Ballroom Grand Safran Hotel, Selasa (3/11/2026).
Pertemuan lintas program dan lintas sektor tersebut menghadirkan Wali Kota Prof. Saparudin sebagai narasumber. Dalam paparannya, Wali Kota menyampaikan beberapa hal penting dalam upaya penanganan penyakit menular ini.
Menurutnya, penanganan penyakit tersebut menjadi tanggung jawab bersama, dengan melibatkan Perangkat Daerah (PD), lembaga masyarakat, sektor swasta, institusi pendidikan, hingga komunitas. Kerja sama lintas sektor dinilai diperlukan agar upaya pencegahan, deteksi dini, dan pengobatan berjalan terintegrasi.
“Semoga dengan pertemuan ini kita dapat meningkatkan koordinasi, sinergi dan kolaborasi antara dinas-dinas terkait hingga Kecamatan dan Kelurahan dalam pencegahan dan pengobatan ATMH,” ujar Saparudin.
Dengan penyelenggaraan sosialisasi yang melibatkan berbagai unsur ini, kata Prof. Saparudin, merupakan salah satu langkah konkret Pemkot Pangkal Pinang mewujudkan salah satu pilar transformasi kesehatan.
“Tiga hal yang menjadi fokus ILP, yakni penerapan siklus hidup sebagai fokus integrasi pelayanan, perluasan layanan kesehatan melalui jejaring di tingkat kelurahan, serta memperkuat pemantauan wilayah setempat melalui dashboard situasi kesehatan per kelurahan,” katanya.
Dari pemaparan data yang disebutkan, sampai dengan September 2026 terdapat 88 kasus HIV/AIDS, yang terbagi atas 16 orang perempuan dan 72 laki-laki. Dari angka tersebut, 48 kasus pada laki-laki disebabkan oleh hubungan sesama jenis.
Sementara itu terdapat 583 kasus Tuberkolusis (TBC), 11 kasus malaria, dan 14 kasus ibu hamil terpapar hepatitis reaktif.
Dari data-data tersebut, Wali Kota menilai pertemuan tersebut dapat mendorong perlunya upaya pencegahan dan pengendalian yang melibatkan berbagai pihak, dan koordinasi lintas sektor agar dapat terbentuk jejaring pelayanan di luar fasilitas kesehatan.
“Termasuk lingkungan pendidikan dan kelurahan yang dapat mendukung penyebaran informasi, serta memperluas jangkauan layanan,” katanya.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 80 peserta yang berasal dari lintas program dinas kesehatan dan unit pelaksana teknis, serta lintas sektor non kesehatan, dengan menghadirkan Wali Kota, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Pangkal Pinang. Pelaksanaan kegiatan didukung pendanaan hibah Global Fund dari program Resilient and Sustainable Systems for Health (RSSH).
Penulis: Eka
Editor: Dedy
- Penulis: percepatan






Saat ini belum ada komentar