Update
light_mode
Trending Tags

Menapak Jejak Peh Cun di Bangka

  • account_circle DISKOMINFOPKP
  • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PANGKALPINANG, DISKOMINFO — Sebungkus kue cang atau bakcang menjadi bagian penting dalam perayaan Peh Cun di Pulau Bangka. Setelah dibuat dari ketan yang dibungkus daun pandan atau daun bambu, kue tersebut tidak hanya disajikan di meja makan, tetapi juga dibawa ke pantai dan dilemparkan ke laut.

Tradisi yang telah berlangsung turun-temurun itu menyimpan cerita tentang Qu Yuan, seorang pejabat yang dikenang karena kejujuran dan kecintaannya kepada rakyat.

Bagi sebagian orang, tradisi tersebut mungkin hanya bagian dari perayaan tahunan. Namun, di balik sebungkus ketan yang dibungkus daun pandan atau daun bambu itu tersimpan kisah tentang penghormatan, kesetiaan, dan sejarah yang telah diwariskan lintas generasi.

Tradisi itu berkaitan dengan sosok Qu Yuan, pejabat negara Chu yang dikenang karena kejujuran dan kecintaannya kepada rakyat. Melalui perayaan Peh Cun, masyarakat Tionghoa mengenang nilai-nilai yang diwariskan tokoh tersebut, sebuah tradisi yang turut dibawa ke Pulau Bangka sejak kedatangan orang Tionghoa pada 1724.

Menurut Sejarawan dan Budayawan Penerima Anugerah Kebudayaan Indonesia, Dato’ Akhmad Elvian, Peh Cun dalam dialek Hokkian berarti “mendayung perahu”. Di Pulau Bangka, perayaan ini dilaksanakan setiap tanggal 5 bulan 5 penanggalan Imlek dan dikenal sebagai Ng Ngiat Ciat.

Peh Cun di Bangka memiliki kekhasan tersendiri. Jika di sejumlah daerah tradisi ini identik dengan kegiatan mendirikan telur, masyarakat Tionghoa Bangka lebih mengenalnya melalui tradisi membuat kue cang atau bakcang.

Kue cang dibuat dari ketan yang diisi daging babi, daging ayam, atau udang. Setelah dibentuk menyerupai prisma, ketan dibungkus menggunakan daun pandan atau daun bambu dan diikat dengan tali dari kulit kayu.

Selain dikonsumsi bersama keluarga, kue cang juga dibawa ke sejumlah pantai yang berada di dekat kawasan permukiman Tionghoa atau pat kong mun. Tradisi tersebut dilakukan di Pantai Buntu di Mentok, Sabang di Toboali, Komuk di Koba, Pinang di Pangkalpinang, Liusak di Baturusa, Liatkong di Sungailiat, Blijong di Belinyu, dan Nampong di Jebus.

Di lokasi-lokasi itu, kue cang dilemparkan ke laut sebagai simbol untuk menghalangi ikan memakan jasad Qu Yuan.

Qu Yuan merupakan pejabat negara Chu yang hidup pada periode negara-negara berperang di Tiongkok sekitar tahun 339 hingga 277 Sebelum Masehi. Ia dikenal sebagai pejabat yang jujur, setia kepada negara, dan dicintai rakyatnya. Setelah mengalami kekecewaan terhadap kondisi negaranya, Qu Yuan memilih mengakhiri hidup dengan menceburkan diri ke Sungai Miluo.

Peristiwa itulah yang kemudian dikenang melalui perayaan Peh Cun sebagai simbol penghormatan terhadap patriotisme, kesetiaan, dan kejujuran.

Di Bangka, perayaan Peh Cun juga memiliki kaitan dengan fenomena alam yang telah lama dikenal masyarakat. Pada periode tersebut, air laut biasanya mengalami surut yang cukup tinggi sehingga hamparan pantai terlihat lebih luas dari biasanya.

Fenomena itu terjadi ketika posisi matahari berada pada titik kulminasi dan mencapai puncaknya sekitar pukul 12.00 siang.

Momentum tersebut juga dipercaya memiliki nilai tersendiri dalam tradisi pengobatan. Para sinshe atau tabib biasanya memanfaatkan waktu itu untuk mencari berbagai tanaman obat yang diyakini memiliki kualitas terbaik.

Tanaman-tanaman tersebut kemudian digantung di depan rumah sebagai bagian dari tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.

Selain itu, dikenal pula tradisi Ng Sie Sui, yakni menyiramkan air yang telah dicampur bunga ke tubuh.

Tradisi ini dipercaya dapat menjaga kesehatan sekaligus memberikan kesegaran bagi tubuh.

Masyarakat juga kerap mengaitkan Peh Cun dengan tradisi mendirikan telur. Banyak yang meyakini telur lebih mudah berdiri tegak saat perayaan berlangsung karena posisi matahari berada pada titik kulminasi yang memberikan pengaruh gravitasi lebih kuat terhadap bumi.

Namun, secara ilmiah telur sebenarnya dapat didirikan kapan saja pada bidang datar. Keberhasilannya lebih ditentukan oleh keseimbangan dan ketelitian saat meletakkannya.

Seiring perjalanan waktu, Peh Cun tidak lagi menjadi tradisi yang hanya dikenal oleh masyarakat Tionghoa. Perayaan ini telah berkembang menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Bangka Belitung.

Hal serupa juga terlihat pada kue cang atau bakcang. Jika dahulu identik dengan perayaan Peh Cun, kini makanan tersebut dapat ditemukan dan dinikmati sepanjang tahun oleh berbagai kalangan masyarakat.

Dalam perspektif gastronomi, kue cang bahkan memiliki potensi sebagai bagian dari gastrodestinasi dan gastrodiplomasi daerah. Keragaman isi, bentuk, dan cita rasa bakcang yang ditampilkan dalam berbagai festival Peh Cun menjadi daya tarik tersendiri yang memperkaya khazanah budaya Bangka Belitung.

Lebih dari sekadar tradisi tahunan, Peh Cun menjadi pengingat bahwa sebuah warisan budaya tidak hanya hidup melalui perayaan, tetapi juga melalui nilai-nilai yang terus dijaga dan diwariskan dari generasi ke generasi.

Di Pulau Bangka, jejak itu masih dapat ditemukan, bahkan dari sebungkus cang yang dibawa menuju tepi laut setiap tahun.

 

Penulis : Dato’ Akhmad Elvian/Coy/Maya

Editor : Ira/Dedy

  • Penulis: DISKOMINFOPKP

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Artikel Lainnya

  • Pangkalpinang Terima Penghargaan Eliminasi Penyakit Menular, Prof Udin: Bentuk Komitmen Wujudkan Kota Sehat

    Pangkalpinang Terima Penghargaan Eliminasi Penyakit Menular, Prof Udin: Bentuk Komitmen Wujudkan Kota Sehat

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • account_circle DISKOMINFOPKP
    • 0Komentar

    SURAKARTA, DISKOMINFO — Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang kembali menerima penghargaan. Kali ini penghargaan datang dari bidang kesehatan, yakni penanggulangan penyakit menular, seperti HIV/AIDS, tuberkulosis (TB), dan malaria. Wali Kota Pangkalpinang Prof Saparudin, menerima secara langsung penghargaan yang diinisiasi Asosiasi Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (Adinkes), di Lorin Hotel, Solo, Jawa Tengah, Selasa (21/10/2025) malam. […]

  • Pupuk Rasa Kebersamaan Di Hari Fitri, Open House Digelar Di Rumah Dinas Wali Kota Pangkalpinang

    Pupuk Rasa Kebersamaan Di Hari Fitri, Open House Digelar Di Rumah Dinas Wali Kota Pangkalpinang

    • calendar_month Kamis, 11 Apr 2024
    • account_circle DISKOMINFOPKP
    • 0Komentar

    PANGKALPINANG, DISKOMINFO – Penjabat Wali Kota Pangkalpinang, Lusje Anneke Tabalujan beserta suami gelar open house di Rumah Dinas Wali Kota Pangkalpinang dalam rangka menjalin silaturahmi pada hari raya Idul Fitri 1445 H, Rabu (10/4/2024). “Saya megucapkan Terima kasih kepada bapak dan ibu semua yang telah hadir open house di rumah dinas ini. Ini merupakan kegiatan […]

  • Muskomwil Apeksi Ke-2 Sumbagsel Sukses Digelar di Kota Pangkalpinang

    Muskomwil Apeksi Ke-2 Sumbagsel Sukses Digelar di Kota Pangkalpinang

    • calendar_month Selasa, 26 Jul 2022
    • account_circle DISKOMINFOPKP
    • 0Komentar

    Post Views: 123

  • Pj Wali Kota Pangkalpinang dan Polresta Bersinergi Dukung Ketahanan Pangan untuk Kesejahteraan Masyarakat

    Pj Wali Kota Pangkalpinang dan Polresta Bersinergi Dukung Ketahanan Pangan untuk Kesejahteraan Masyarakat

    • calendar_month Selasa, 21 Jan 2025
    • account_circle DISKOMINFOPKP
    • 0Komentar

    PANGKALPINANG, DISKOMINFO– Pj Wali Kota Pangkalpinang, M. Unu Ibnudin, bersama Polres Pangkalpinang, memulai langkah nyata mendukung program ketahanan pangan nasional dengan menanam bibit jagung di lahan milik Polri, Kelurahan Air Kepala Tujuh, Kecaamatan Gerunggang (21/1/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari pencanangan program satu juta hektar lahan untuk menanam jagung, yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia […]

  • Wali Kota Molen Serahkan Bonus Atas Prestasi Juara MTQH/STQH Tingkat Provinsi Bangka Belitung

    Wali Kota Molen Serahkan Bonus Atas Prestasi Juara MTQH/STQH Tingkat Provinsi Bangka Belitung

    • calendar_month Senin, 26 Des 2022
    • account_circle DISKOMINFOPKP
    • 0Komentar

    PANGKALPINANG, DISKOMINFO – Wali Kota Pangkalpinang, Dr. H. Maulan Aklil (Molen) memberikan bonus kepada para juara MTQH/STQH tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin (26/12/2022) di Ruang Kerja Kantor Wali Kota Pangkalpinang. “Hari ini kami berkumpul dan alhamdulillah hari ini kami memenuhi janji untuk memberikan bonus kepada hafidz dan hafidzoh Kota Pangkalpinang menang MTQH/STQH tingkat Provinsi […]

  • Pemkot Pangkalpinang Gelar Sosialisasi E-Katalog Bagi Pelaku Usaha, Berikut Daftar Persyaratan Penyedia Katalog Serta Etalase Produk

    Pemkot Pangkalpinang Gelar Sosialisasi E-Katalog Bagi Pelaku Usaha, Berikut Daftar Persyaratan Penyedia Katalog Serta Etalase Produk

    • calendar_month Rabu, 5 Okt 2022
    • account_circle DISKOMINFOPKP
    • 0Komentar

    PANGKALPINANG, DISKOMINFO – Pemerintah Kota Pangkalpinang melalui Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Kota Pangkalpinang gelar sosialisasi E-Katalog bagi perangkat daerah dan pelaku usaha di Kota Pangkalpinang. Bertempat di Ruang Pertemuan (OR) Lantai 1 Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Rabu (5/10/2022). Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pangkalpinang, Radmida Dawan, S.H, M.H mengajak pelaku usaha di Pemerintah […]

expand_less