Update
light_mode
Trending Tags

Pemkot Pangkalpinang Pertegas Pentingnya Koordinasi Demi Menyukseskan Program MBG

  • account_circle DISKOMINFOPKP
  • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

WhatsAppImage2026-04-16at1313242
previous arrow
next arrow
WhatsAppImage2026-04-16at1313242
WhatsAppImage2026-04-16at131324
WhatsAppImage2026-04-16at131325
WhatsAppImage2026-04-16at1313241
WhatsAppImage2026-04-16at1313251
previous arrow
next arrow

PANGKALPINANG, DISKOMINFO — Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang menekankan pentingnya keberhasilan program Makan Bergizi Gratis (MBG), sesuai dengan tujuan utamanya, yakni sebagai fondasi penguatan sumber daya manusia, dan penggerak ekonomi lokal.

Untuk itu, dipimpin Wakil Wali Kota Dessy Ayutrisna, Pemkot Pangkalpinang melaksanakan rapat koordinasi pelaksanaan MBG, di Balai Betason Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Kamis (16/4/2026).

Isu yang dibahas pada rakor tersebut menyoroti belum optimalnya koordinasi, serta standar kualitas dalam pelaksanaan program yang ditemukan dalam beberapa bulan, sehingga menunjukkan belum terbangunnya koordinasi yang solid antar pihak terkait.

“Seharusnya kita duduk bersama di forum diskusi dan meja rapat untuk menyelesaikan persoalan yang ada. Jangan sampai program ini berjalan tanpa arah koordinasi yang jelas,” ujar Wakil Wali Kota.

Dessy juga mengungkapkan masih adanya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belum memenuhi standar, baik dari segi kelayakan rasa, kemasan (packaging), maupun Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Selain itu, ditemukan pula pelaku yang belum memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), serta sistem pengelolaan limbah yang belum memadai, baik limbah air maupun sampah.

Dessy menekankan pentingnya pengelolaan limbah yang baik agar program MBG tidak menimbulkan persoalan lingkungan baru. Ia juga mengingatkan agar kualitas makanan tetap terjaga untuk menghindari risiko seperti keracunan makanan di masyarakat.

“Pemkot tidak mencampuri urusan dapur, tetapi kami bertugas mengontrol agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Data supplier juga harus lengkap dan disampaikan ke Satgas MBG sebagai langkah antisipasi,” katanya.

Ia pun mengapresiasi langkah cepat tim di lapangan dalam melakukan monitoring dan penanganan berbagai temuan. Ke depan, dia menegaskan, koordinasi lintas sektor diharapkan semakin diperkuat agar pelaksanaan MBG dapat berjalan optimal, memenuhi standar, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Regional SPPG Bangka Belitung, Nyayu Rahmadini, memberikan klarifikasi berkenaan pelaksanaan MBG di lapangan. Ia menjelaskan bahwa saat ini terdapat 19 SPPG yang telah operasional, dengan 18 unit aktif dan satu unit masih dalam tahap persiapan. Secara keseluruhan, jumlah tersebut akan bertambah menjadi 38 SPPG sesuai target jika seluruhnya telah siap beroperasi.

Dari 18 SPPG aktif, program MBG telah menjangkau sebanyak 43.388 penerima manfaat yang terdiri dari siswa, tenaga pendidik, dan non-pendidik. Selain itu, setiap SPPG juga berkontribusi dalam penyerapan tenaga kerja dengan rata-rata 50 orang per unit, mencakup tenaga relawan, ahli gizi, akuntan, hingga kepala unit operasional.

Dini menegaskan bahwa seluruh SPPG yang beroperasi diwajibkan memenuhi standar yang ditetapkan, termasuk memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan sertifikat halal. Ia menyebutkan bahwa pemeriksaan SLHS dilakukan sejak hari pertama operasional oleh Dinas Kesehatan, dan dilanjutkan dengan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) secara rutin setiap bulan.

“Standar ini menjadi syarat utama sebelum operasional. Jadi setiap SPPG yang berjalan sudah melalui proses verifikasi, dan pengawasan tetap dilakukan secara berkala,” jelasnya.

Perihal data supplier, ia memastikan bahwa seluruh data telah dihimpun melalui sistem yang terintegrasi dengan pusat. Sistem ini digunakan untuk melaporkan dan memantau supplier bahan baku yang digunakan oleh masing-masing SPPG, serta menjadi acuan dalam transparansi dan pengawasan.

Meski demikian, Dini mengakui masih terdapat sejumlah kendala teknis di lapangan yang menjadi bagian dari proses evaluasi. Beberapa SPPG sempat dinonaktifkan sementara akibat temuan kualitas makanan dan aspek kebersihan.

Salah satu temuan yang menjadi perhatian adalah adanya produk olahan UMKM berupa pempek yang ditemukan mengandung ulat. Selain itu, terdapat juga kendala dalam pengelolaan sisa makanan di lapangan yang memerlukan penanganan lebih lanjut.

“Kami sudah melakukan penelusuran, evaluasi menyeluruh, serta pembersihan dan perbaikan sistem produksi. Penjamah makanan juga dilakukan pelatihan ulang untuk memastikan standar higienitas tetap terjaga,” ungkapnya.

Saat ini, terdapat dua SPPG yang masih dinonaktifkan sementara dan dua lainnya dalam tahap perbaikan. Pihaknya menargetkan seluruh unit tersebut dapat kembali beroperasi dalam waktu dekat, dengan sebagian dijadwalkan aktif kembali pada pekan depan setelah memenuhi seluruh standar yang dipersyaratkan.

“Semua nonaktif sementara, kemungkinan minggu depan aktif kembali,” pungkasnya.

Penulis : Choi/Maya
Editor : Dedy

  • Penulis: DISKOMINFOPKP

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Artikel Lainnya

  • Meriah! Ribuan Peserta Ramaikan Color Run Festival Layangan Kota Pangkalpinang 2024, Sekda Mie Go Kibarkan Bendera Start

    Meriah! Ribuan Peserta Ramaikan Color Run Festival Layangan Kota Pangkalpinang 2024, Sekda Mie Go Kibarkan Bendera Start

    • calendar_month Minggu, 3 Nov 2024
    • account_circle DISKOMINFOPKP
    • 0Komentar

    Pangkalpinang – Pergelaran Color Run dalam rangkaian kegiatan Festival layangan Kota Pangkalpinang diikuti ribuan peserta. Acara dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pangkalpinang Mie Go dengan mengibarkan bendera pada titik start bersama Pj Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Sekda Kota Pangkalpinang mengapresiasi kolaborasi antara Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang dan Disparbudkepora […]

  • Muskomwil II Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia Se-Sumbagsel Di Pangkalpinang Sukses Digelar

    Muskomwil II Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia Se-Sumbagsel Di Pangkalpinang Sukses Digelar

    • calendar_month Kamis, 9 Jun 2022
    • account_circle DISKOMINFOPKP
    • 0Komentar

    PANGKALPINANG, DISKOMINFO – Sebagai tuan rumah Musyawarah Komisariat Wilayah (Muskomwil) ke-II Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) se-Sumbagsel, Pemerintah Kota Pangkalpinang sukses melaksanakan agenda nasional tersebut. Pj Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dr. Ir. Ridwan Djamaluddin, M.Sc membuka secara resmi pada malam ramah tamah melalui pemukulan gong bersama Ketua Apeksi (Wali Kota Bogor), Ketua Apeksi […]

  • 36 Siswa Siap Ikuti Diklat Calon Paskibra Kota Pangkalpinang, Pj Wako Tekankan Budaya Disiplin

    36 Siswa Siap Ikuti Diklat Calon Paskibra Kota Pangkalpinang, Pj Wako Tekankan Budaya Disiplin

    • calendar_month Rabu, 24 Jul 2024
    • account_circle DISKOMINFOPKP
    • 0Komentar

    PANGKALPINANG, DISKOMINFO – Sebanyak 36 calon pasukan pengibar bendera (Paskibra) Kota Pangkalpinang mengikuti pembukaan kegiatan pemusatan pendidikan dan pelatihan, Rabu (24/7/2024) di Alun-alun Taman Merdeka. Puluhan capaskibra ini terdiri dari 10 SMA baik itu negeri maupun swasta. Diklat berlangsung selama 21 hari terhitung mulai 24 Juli sampai dengan 17 Agustus. Pj Wali Kota Pangkalpinang mengatakan, […]

  • Pemkot Pangkalpinang Gelar Penyusunan Indeks Ketahanan Daerah, Upaya Tingkatkan Kapasitas Penanggulangan Bencana

    Pemkot Pangkalpinang Gelar Penyusunan Indeks Ketahanan Daerah, Upaya Tingkatkan Kapasitas Penanggulangan Bencana

    • calendar_month Kamis, 10 Okt 2024
    • account_circle DISKOMINFOPKP
    • 0Komentar

    PANGKALPINANG, DISKOMINFO – Pemerintah Kota Pangkalpinang terus memperkuat kapasitas penanggulangan bencana melalui kegiatan penyusunan Indeks Ketahanan Daerah (IKD) yang diselenggarakan oleh BPBD Kota Pangkalpinang. Acara yang digelar di Rumah Makan Pagi Sore, Kamis (10/10/2024). Sekretaris Daerah Kota Pangkalpinang, Mie Go, menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam penanggulangan bencana sesuai dengan Undang-Undang No. 23 Tahun 2014 […]

  • Molen Tegaskan Tidak Ada Implikasi Rekrutmen Satlakar, Redkar Maupun Balakar

    Molen Tegaskan Tidak Ada Implikasi Rekrutmen Satlakar, Redkar Maupun Balakar

    • calendar_month Senin, 21 Feb 2022
    • account_circle DISKOMINFOPKP
    • 0Komentar

    PANGKALPINANG, DISKOMINFO – Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil mengatakan, tidak ada implikasi rekrutmen Tenaga Satuan Relawan Kebakaran (Satlakar), Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) maupun Barisan Relawan Kebakaran (Balakar) jika dikaitkan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), saat memberi tanggapan atas pandangan umum fraksi terhadap Raperda tentang Penyelenggaraan […]

  • Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat Terharu dan Bangga Setelah Dilantik Wali Kota Pangkalpinang

    Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat Terharu dan Bangga Setelah Dilantik Wali Kota Pangkalpinang

    • calendar_month Senin, 3 Okt 2022
    • account_circle DISKOMINFOPKP
    • 0Komentar

    PANGKALPINANG, DISKOMINFO – “Ini adalah hari yang paling ditunggu. kebanggaan terbesar bagi kami,” tutur Sri Suwanti seusai dia bersama rekan lainnya menjalani pelantikan dan pengukuhan Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM). Suaranya bergetar, matanya berkaca-kaca saat memberi sambutan setelah dilantik sebagai ketua IPSM oleh Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil. Sri begitu haru PSM diberikan ruang dengan […]

expand_less