Pancasila Menjadi Jangkar Utama Kesatuan Keragaman Suku, Agama, dan Budaya Tanah Air
- account_circle admin
- calendar_month 52 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PANGKAL PINANG β Gugurnya para pahlawan revolusi tercatat dalam sejarah sebagai perjuangan dalam mempertahankan ideologi negara dari ancaman yang ingin menggoyahkan persatuan Indonesia.
Dari perjuangan terhadap bangsa tersebut, terlahir suatu tinta sejarah, yakni Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober. Hal ini merupakan bukti nyata tertanamnya nilai-nilai luhur yang terpatri kuat di dalam jiwa seluruh rakyat Indonesia.
Hal tersebut menjadi pidato Wali Kota Pangkal Pinang Prof. Saparudin, saat Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkal Pinang menggelar upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila, di Halaman Kantor Wali Kota, Kamis (1/10/2026).
Ia mengatakan, peringatan tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”.
βTema ini mengingatkan kita bahwa di tengah tantangan zaman modern seperti disinformasi dan polarisasi, Pancasila tetap menjadi jangkar utama yang menyatukan keberagaman suku, agama, dan budaya di tanah air,β ungkapnya.
Ia menekankan, momentum Hari Kesaktian Pancasila patut dijadikan sebagai perkuatan literasi kebangsaan, meningkatkan rasa toleransi, serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila di dalam kehidupan sehari-hari.
βSemoga bangsa Indonesia senantiasa kokoh, berdaulat, dan menjadi bangsa yang adil, serta makmur bagi seluruh rakyatnya,” pungkasnya.
Penulis: Eka
Editor: Dedy




- Penulis: admin






Saat ini belum ada komentar