Mahasiswa Didorong Hadapi Tantangan AI dengan Ciptakan Inovasi
- account_circle admin
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PANGKAL PINANG — Wali Kota Pangkal Pinang
Prof. Saparudin, mendorong mahasiswa Institut Sains dan Bisnis (ISB) Atma Luhur untuk menghasilkan inovasi berbasis riset, yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan, atau Artificial Intelligence (AI).
Dorongan tersebut disampaikannya saat membuka Atma Luhur Innovation Expo 2026, yang diselenggarakan Fakultas Teknologi Informasi, di Gedung Sasana Kasih ISB Atma Luhur, Pangkalpinang, Rabu (21/10/2026).
Menurut Prof. Udin, perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai tempat menimba ilmu, tetapi juga harus mampu melahirkan penelitian dan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kampus harus menjadi pusat riset, teknologi, dan inovasi,” ujarnya saat membuka acara yang dirangkaikan dengan penganugerahan produk inovasi kepada tiga mahasiswa.
Wali Kota menilai, penguatan peran perguruan tinggi membutuhkan kolaborasi antara dunia akademik, pemerintah daerah, serta dunia usaha dan industri. Sinergi tersebut penting agar hasil penelitian yang dikembangkan mahasiswa dapat diterapkan untuk menjawab berbagai persoalan di tengah masyarakat.
Prof. Udin-sapaan akrabnya juga menyoroti perkembangan teknologi digital yang semakin memengaruhi berbagai sektor kehidupan. Kehadiran AI dan sistem otomatisasi, menurutnya, menjadi tantangan tersendiri bagi generasi muda, terutama dalam mempersiapkan diri menghadapi perubahan kebutuhan dunia kerja.
Sejumlah pekerjaan yang sebelumnya dilakukan secara manual kini mulai terbantu oleh teknologi cerdas. Kondisi tersebut menuntut mahasiswa untuk terus meningkatkan kompetensi, mengasah kemampuan berpikir kritis, serta mengembangkan keterampilan yang tidak sekadar bergantung pada teknologi yang sudah tersedia.
“Mahasiswa tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi harus mampu menciptakan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Wali Kota menjelaskan, kreativitas dan inovasi memiliki peran yang saling berkaitan, tetapi berbeda. Kreativitas menghasilkan gagasan baru, sedangkan inovasi merupakan proses mewujudkan gagasan tersebut menjadi metode, teknik, atau produk yang dapat diterapkan dan memberikan nilai tambah.
Menurut Prof. Udin, peluang inovasi terbuka luas di berbagai bidang, mulai dari kesehatan, pendidikan, ekonomi hingga lingkungan. Mahasiswa diharapkan mampu mengidentifikasi persoalan di sekitarnya dan menjadikan hasil riset sebagai dasar untuk mengembangkan solusi yang tepat guna.
Selain itu, Prof. Udin menekankan pentingnya pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Ketiga aspek tersebut perlu berjalan beriringan agar perguruan tinggi berkontribusi lebih besar terhadap pembangunan daerah.
“ISB Atma Luhur diharapkan semakin memperkuat budaya penelitian dan pengembangan teknologi di lingkungan kampus. Mendorong mahasiswa menghasilkan karya inovatif, meningkatkan daya saing, serta beradaptasi dengan perubahan di era digital,” pungkasnya.
Penulis: Seftia
Editor: Dedy





- Penulis: admin






Saat ini belum ada komentar