PANGKAL PINANG – Kota Pangkal Pinang saat ini memiliki 119 Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Tantangannya, sebagian dari pelayanan kesehatan berbasis masyarakat itu belum memiliki tempat pelayanan yang memadai.
Beberapa posyandu ada yang masih menumpang di rumah warga, bahkan terpaksa menggunakan tenda. Persoalan tersebut menjadi perhatian khusus Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkal Pinang, di tengah tingginya kebutuhan layanan.
Pemkot Pangkal Pinang kini memikirkan sejumlah alternatif untuk mengatasi keterbatasan fasilitas tersebut. Salah satu gagasan yang tengah dipertimbangkan adalah pengadaan mobil Posyandu Keliling.
Hal itu disampaikan Wali Kota Pangkal Pinang Prof. Saparudin saat membuka Pertemuan Koordinasi Tim Pembina Posyandu Bidang Kesehatan Tingkat Kota Pangkal Pinang, di Ballroom Hotel Manunggal, Selasa (27/10/2026).
“Pembenahan sarana dan prasarana posyandu dinilai penting agar pelayanan kesehatan bagi ibu, balita, anak-anak, hingga warga lanjut usia dapat berjalan lebih optimal,” ujarnya.
Kendaraan ini dirancang bukan sekadar menjadi sarana transportasi, melainkan ruang pelayanan kesehatan bergerak yang dilengkapi tempat pemeriksaan, tempat tidur pemeriksaan, ruang penyimpanan obat, toilet, serta perlengkapan pendukung lainnya.
“Dengan konsep ini pelayanan kesehatan diharapkan dapat menjangkau masyarakat secara lebih fleksibel dan dinamis, terutama di wilayah yang belum memiliki fasilitas posyandu memadai,” ujarnya.
Meski demikian, Saparudin mengakui realisasi rencana tersebut masih bergantung pada kemampuan anggaran daerah. Artinya, gagasan itu masih membutuhkan perhitungan dan perencanaan lebih lanjut sebelum dapat diwujudkan.
Pertumbuhan penduduk juga menjadi pertimbangan lain dalam pengembangan layanan posyandu. Menurut Saparudin, peningkatan jumlah penduduk semestinya diikuti perluasan jangkauan, dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.
Saparudin menegaskan, pembenahan posyandu tidak cukup hanya dengan memperbaiki fasilitas fisik. Peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan koordinasi antarpihak yang terlibat juga menjadi bagian penting dari upaya perbaikan pelayanan.
“Rapat ini untuk menyamakan persepsi, kemudian mendiskusikan hal-hal penting terkait permasalahan yang ada di posyandu Kota Pangkal Pinang, sehingga pelaksanaan kegiatan ke depan menjadi lebih baik,” katanya.
Ia menyebutkan, berdasarkan laporan yang diterimanya, tingkat keaktifan posyandu di Pangkal Pinang sudah sangat baik. Capaian tersebut perlu dipertahankan dan diperkuat dengan dukungan fasilitas, tenaga, serta koordinasi yang memadai.
Selain persoalan fasilitas, Saparudin meminta para pengurus posyandu turut mengambil peran dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, terutama menjelang musim hujan.
“Saya berharap, pesan saya di posyandu, Ibu-Ibu tolong sampaikan kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan rumahnya, minimal di dalam rumah dan halaman rumah,” katanya.
Ia juga menyoroti kebiasaan membuang sampah sembarangan. edukasi mengenai pola hidup bersih dan sehat harus terus dilakukan, tidak hanya melalui kegiatan pemerintah, tetapi juga lewat peran aktif kader posyandu dan masyarakat di lingkungan masing-masing.
“Ini yang masih terus kita edukasi kepada masyarakat untuk hidup bersih, karena yang bersih pangkal sehat. Kalau sudah tidak bersih, bertambah banyak penyakit,” pungkasnya.
Penulis: Eka
Editor: Dedy