PANGKAL PINANG – Wali Kota Pangkal Pinang Prof. Saparudin, bersama Wakil Wali Kota Dessy Ayutrisna, menghadiri pelantikan pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Pangkal Pinang periode 2026-2031, Jumat (6/11/2026).
Predikat Pangkal Pinang sebagai kota toleransi terbaik kedua di Indonesia merupakan sebuah kebanggaan. Untuk itu, Wali Kota mendorong FKUB untuk terus memperkuat kerukunan dan menjaga toleransi antarumat beragama di Pangkal Pinang.
Menurutnya, keberadaan FKUB memiliki peran penting dalam merawat keharmonisan masyarakat yang hidup di tengah keberagaman agama dan keyakinan.
“Ini satu kebanggaan, tetapi juga satu tantangan untuk kita sama-sama menjaga. Keberadaan FKUB menjadi sangat penting dan sangat diperlukan untuk menjaga kerukunan umat beragama di Kota Pangkal Pinang,” ujar Saparudin.
Ia mencontohkan, kehidupan toleransi di Pangkal Pinang yang dapat dilihat dari keberadaan berbagai rumah ibadah di kawasan Tanjung Bunga. Rumah ibadah umat Konghucu, Buddha, Hindu, serta rencana pembangunan rumah ibadah umat Kristen dan Islam menjadi gambaran keberagaman yang hidup berdampingan.
Begitu pula di pusat kota, keberadaan masjid yang berdekatan dengan gereja menjadi simbol kuatnya nilai toleransi dan saling menghormati antarumat beragama.
Saparudin menegaskan, menjaga kerukunan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun FKUB, melainkan seluruh elemen masyarakat. Ia juga mengingatkan bahwa membangun Pangkal Pinang merupakan bagian dari ibadah dan pengabdian kepada Allah SWT.
Dalam kesempatan itu, Saparudin meminta pengurus FKUB yang baru dilantik agar terus membangun komunikasi dan koordinasi dengan Pemerintah Kota Pangkal Pinang, khususnya Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol).
“Kalau tahun kemarin mungkin tiga sampai empat kegiatan, tahun ini menjadi lima kegiatan. Kegiatan yang sebelumnya berskala kecil bisa dievaluasi dan diperbesar sehingga dampaknya lebih terasa bagi masyarakat,” katanya.
Selain persoalan kerukunan, Saparudin juga mengingatkan pengurus FKUB agar bijak menggunakan media sosial di tengah derasnya arus informasi, dan perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
“Pesan saya, di media sosial kuncinya berbicara yang baik-baik saja. Sampaikan hal-hal yang positif. Kita juga harus memiliki pengetahuan, kemampuan, serta sering melakukan konfirmasi terhadap informasi yang diterima,” katanya.
Sementara itu, Ketua FKUB Kota Pangkal Pinang H Merayu Sukma, menyampaikan amanah sebagai pengurus FKUB bukan sekadar jabatan atau kebanggaan, melainkan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan ketulusan, keikhlasan, dan komitmen.
Menurut Merayu, menjaga kerukunan, mengawal toleransi, dan merawat kebersamaan di tengah keberagaman suku, adat, serta agama membutuhkan keterlibatan semua pihak.
“Kami sangat mengharapkan bimbingan, sinergi, serta kerja sama dari pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat di Kota Pangkal Pinang,” ungkapnya.
Merayu juga mengajak seluruh pihak memperkuat moderasi beragama, meningkatkan dialog lintas iman, serta bersama-sama menjaga situasi daerah agar tetap aman, damai, rukun, dan kondusif.
“Kondisi wilayah yang aman dan harmonis merupakan salah satu kunci penting dalam mendukung keberhasilan pembangunan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Penulis: Eka
Editor: Dedy