Utamakan Etika dan Empati Hadapi Perkembangan Ilmu dan Teknologi
- account_circle percepatan
- calendar_month 0 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak





info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PANGKAL PINANG — Etika moral, empati, kepedulian sosial, dan inovasi menjadi bagian terpenting yang harus terjaga bagi lulusan perguruan tinggi dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan, dan teknologi yang semakin pesat.
Hal tersebut menjadi pesan orasi ilmiah Wali Kota Pangkal Pinang Prof. Saparudin, kepada 444 wisudawan pada Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-15 Institut Citra Internasional Tahun Akademik 2025/2026, yang digelar di Novotel, Kamis (29/10/2026).
“Teknologi kesehatan dapat mengalami pembaruan dalam waktu singkat. Karena itu, para lulusan harus memiliki kemauan untuk terus belajar, memperbarui pengetahuan, dan menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman,” ujarnya.
Saparudin menilai kemajuan teknologi tidak boleh membuat manusia mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan. Ia mengingatkan para lulusan bahwa terdapat aspek-aspek mendasar dalam diri manusia yang harus tetap menjadi pegangan, terutama dalam menjalankan profesi yang berhubungan langsung dengan pelayanan dan kehidupan orang lain.
Saparudin menegaskan setidaknya ada tiga hal penting yang harus dimiliki para lulusan ketika memasuki dunia profesional, yakni etika moral, empati, dan kepedulian sosial.
Pertama, etika moral harus menjadi landasan utama dalam menjalankan profesi. Menurutnya, kemampuan akademik dan penguasaan teknologi harus berjalan beriringan dengan integritas serta tanggung jawab.
Kedua, empati menjadi bekal penting, terutama bagi lulusan bidang kesehatan. Ia mengingatkan bahwa tenaga kesehatan tidak hanya dituntut memiliki keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan memahami perasaan dan kondisi pasien.
Saparudin mencontohkan, seorang perawat harus mampu memberikan pelayanan dengan sikap yang ramah dan penuh perhatian ketika menghadapi pasien. Sikap tidak peduli terhadap kondisi emosional pasien dapat mengurangi kualitas pelayanan yang diberikan.
“Empati merupakan nilai kemanusiaan yang harus terus dipelihara di tengah perkembangan teknologi yang semakin canggih,” katanya.
Ketiga, kepedulian sosial harus tumbuh dalam diri setiap lulusan. Wali Kota berharap para sarjana tidak hanya berorientasi pada keberhasilan pribadi dan karier, tetapi juga memiliki perhatian terhadap persoalan masyarakat.
“Para lulusan diharapkan mampu menjadi pelopor perubahan di lingkungan masing-masing, memberikan kontribusi nyata, serta mengambil peran dalam meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat,” katanya.
Selain etika, empati, dan kepedulian sosial, Saparudin menempatkan inovasi sebagai salah satu kunci penting bagi para lulusan untuk menghadapi tantangan masa depan. Terlebih saat ini kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) terus berkembang.
“Banyak orang memiliki gagasan kreatif, tetapi tidak semuanya mampu menerjemahkan gagasan tersebut menjadi sesuatu yang bermanfaat,” katanya.
Dalam orasinya, Saparudin juga mengapresiasi perkembangan Institut Citra Internasional yang dinilainya telah berada di jalur yang tepat untuk mewujudkan visi menjadi universitas berkelas global, dengan mutu dan daya saing internasional.
“Saya kira Institut Citra Internasional sudah menapaki jalan yang benar untuk mencapai misi perguruan tinggi internasional,” ujarnya.
Penulis: Eka
Editor: Dedy
- Penulis: percepatan






Saat ini belum ada komentar