Pangkal Pinang - Pangkal Kemenangan

Wali Kota: Kawasan Timur dan Utara Jadi Fokus Pembangunan Masa Depan Pangkalpinang

PANGKALPINANG ,DISKOMINFO — Wali Kota Pangkalpinang Prof Saparudin, mengungkapkan arah pembangunan Ibu Kota Bangka Belitung (Babel) dalam jangka menengah, atau sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2030.

Pembangunan Pangkalpinang dalam kurun waktu tersebut berfokus pada kawasan yang memiliki potensi lahan yang cukup besar, seperti meliputi kawasan timur dan utara Pangkalpinang.

Hal tersebut diungkapkan Wali Kota di sela-sela pemaparan arah pembangunan dan visi besar Pangkalpinang dalam Focus Group Discussion (FGD) Perencanaan Wilayah dan Kota, yang digelar di Ruang Rapat Bapperida Pangkalpinang, Rabu (12/11/2025).

“Kawasan timur itu akan menjadi kawasan bisnis baru, dan kawasan industri-pelabuhan. Nanti ada kawasan untuk ketahanan pangan demi mendukung program Pak Prabowo,” ungkapnya.

Jika kawasan timur untuk mendukung program nasional, kawasan utara rencananya akan diperkuat sebagai zona penyangga dan konservasi. Pihaknya juga akan memperkuat pelestarian, sekaligus sebagai komitmen Pemkot Pangkalpinang dalam mendukung pelestarian lingkungan.

“Insya Allah kita akan jadikan itu kawasan konservasi supaya kawasan itu tetap bisa asli dan bisa terlindungi. Nanti kiri-kanan sepanjang Sungai Selindung akan kita tetapkan sebagai kawasan konservasi,” ujar Wali Kota yang akrab disapa Prof Udin.

Untuk itu, FGD yang membahas Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) menurutnya sangat penting sebagai landasan penyelarasan RPJMD maupun Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025–2045.

“Hari ini sebetulnya RTRW kita ini belum selesai kita revisi. Jadi kita segera merevisi, supaya RPJMD bisa mengikuti apa yang dicantumkan di dalam RTRW itu,” jelasnya.

Prof. Udin berharap seluruh jajaran pemerintahan hingga masyarakat memiliki visi dan arah pembangunan yang sama, sehingga tercipta sinkronisasi terhadap mimpi besar masa depan Pangkalpinang menuju kota yang terencana, hijau, dan berdaya saing tinggi.

“Intinya sebetulnya kita harus memahami bahwa kota ini mau dibawa ke mana? Bagaimana kita membangun kota ini dan menyelesaikan permasalahannya, sehingga pemerintah dan masyarakat punya visi-misi yang sama,” pungkasnya.

Penulis : Maya
Editor : Dedy

Leave A Reply