Lomba dan Eksebisi Antar Perangkat Daerah Demi Perkuat Sinergi Melayani Masyarakat
- account_circle DISKOMINFOPKP
- calendar_month 38 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PANGKALPINANG, DISKOMINFO — Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang menutup rangkaian perlombaan dan laga eksibisi antar Perangkat Daerah (PD), yang digelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-269 Kota Pangkalpinang.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut ditutup melalui apel yang dipimpin Wali Kota Pangkalpinang Prof. Saparudin, bersama Wakil Wali Kota Pangkalpinang, serta jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Pangkalpinang.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota menegaskan kegiatan antarvPD bukan sekadar ajang perlombaan dan hiburan, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antarpersonel di lingkungan Pemkot Pangkalpinang.
“Kegiatan perlombaan antara ASN di dinas-dinas, di OPD-OPD ini bertujuan untuk menjalin keakraban, menjalin komunikasi, yang mungkin selama ini ada yang tidak saling mengenal atau ada juga sudah lama tidak bertemu,” kata Saparudin, Jumat (4/9/2026).
Menurutnya, kekompakan dan komunikasi antarpemangku pemerintahan menjadi semakin penting di tengah kompleksitas persoalan yang dihadapi pemerintah saat ini.
“Kita harapkan ke depan teman-teman ASN ini bisa lebih bersinergi, lebih berkolaborasi antar-dinas untuk melaksanakan kegiatan-kegiatannya,” ujarnya.
Ia menilai persoalan pemerintahan maupun persoalan sosial di tengah masyarakat tidak dapat diselesaikan secara sektoral. Karena itu, ASN dituntut hadir lebih dekat dengan masyarakat, dan mampu menjadi penggerak di lingkungannya masing-masing.
“Era sekarang ini membutuhkan sinergi yang lebih kuat, kolaborasi yang lebih kuat, karena kompleksitas permasalahan-permasalahan, baik permasalahan yang ada di pemerintahan maupun juga permasalahan-permasalahan yang ada di tengah-tengah masyarakat kita,” katanya.
Saparudin juga mendorong ASN untuk tidak hanya bekerja dari balik meja, tetapi ikut mengambil peran di tengah masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan gotong royong bersama RT, RW, lurah dan warga.
“Kita harus hadir di tengah-tengah masyarakat, menjadi pioner, menjadi orang yang dituakan. Walaupun belum tua, menjadi pemimpin di tengah-tengah masyarakat,” tegasnya.
Selain membangun kekompakan ASN, Saparudin juga menyoroti kondisi fiskal Kota Pangkalpinang yang masih perlu diperkuat. Ia meminta seluruh ASN ikut berperan dalam meningkatkan pendapatan daerah.
Salah satu langkah yang disiapkan Pemkot adalah menghadirkan aplikasi PKP Smart yang nantinya mengintegrasikan layanan publik dalam satu genggaman.
“Sehingga nanti layanan publik kita di Kota Pangkalpinang dapat diakses dalam satu genggaman menggunakan smartphone, baik itu yang Android maupun yang menggunakan iOS,” jelasnya.
Ia meminta seluruh ASN menginstal dan menggunakan aplikasi tersebut sekaligus ikut mengenalkannya kepada keluarga, tetangga, dan masyarakat di lingkungan tempat tinggal masing-masing.
Menurut Saparudin, peningkatan PAD tidak harus dilakukan dengan menaikkan tarif pajak maupun retribusi. Pemkot justru akan mengutamakan kemudahan dan peningkatan kualitas pelayanan agar masyarakat lebih mudah memenuhi kewajibannya.
“Yang kita lakukan bukan menaikkan angka iurannya. Misalnya parkir, sampah, pajak, semuanya di angka yang sama dengan tahun-tahun yang lalu. Yang kita lakukan adalah memberikan pelayanan yang lebih baik agar masyarakat lebih mudah untuk mengakses, membayar pajak maupun retribusi,”ungkapnya.
Ia berharap kemudahan tersebut dapat meningkatkan kepatuhan masyarakat sehingga PAD Kota Pangkalpinang ikut bertambah.
“Kita harapkan pendapatan asli daerah bisa bertambah,” katanya.
Saparudin juga menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak sebagai bentuk keadilan.
“Kalau ada satu orang yang bayar pajak, sebelah tetangga sebelah tidak bayar pajak, sebelah bayar PBB, yang tetangga sebelah tidak bayar PBB, itu namanya tidak adil,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut , Saparudin juga menyoroti penataan kawasan Taman Mandara yang menjadi lokasi kegiatan. Pemkot berencana mengembalikan fungsi kawasan tersebut sebagai ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
“Taman Mandara ini memang kita akan kembalikan kondisinya sebagai tempat publik, tempat publik untuk melakukan aktivitas seperti olahraga, kemudian jalan-jalan, ada jogging,” ungkapnya.
Pemkot, kata dia, akan melengkapi sejumlah fasilitas pendukung, mulai dari fasilitas MCK hingga sarana olahraga dan penghijauan.
“Nanti kita akan lengkapin fasilitas-fasilitasnya untuk fasilitas MCK-nya, kemudian juga fasilitas untuk mereka berolahraga,” ujarnya.
Tak hanya untuk aktivitas olahraga dan rekreasi, kawasan tersebut juga akan ditata agar dapat menjadi ruang bagi pelaku UMKM.
“Termasuk juga menata untuk tempat UMKM-nya juga akan kita berikan,” kata Saparudin.
Ia menyebut sejumlah pemangku kepentingan juga telah menyatakan kesiapannya membantu penataan kawasan tersebut melalui dukungan dana CSR. Pemkot saat ini tengah menyiapkan desain penataan kawasan.
Dengan penataan tersebut, Taman Mandara diharapkan tidak hanya menjadi lokasi kegiatan pemerintah, tetapi benar-benar menjadi ruang publik yang hidup dan dapat dimanfaatkan masyarakat Kota Pangkalpinang.
Sementara itu, rangkaian perayaan HUT ke-269 Kota Pangkalpinang akan terus diisi dengan berbagai kegiatan dari masing-masing OPD. Pemkot menargetkan kemeriahan perayaan tetap terasa di tengah masyarakat dengan kegiatan yang sederhana namun mampu memberikan ruang hiburan sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi warga.
“Kita meriahkan kota ini dengan cara yang sederhana, tapi tentu memberikan sentuhan kepada masyarakat kita. Yang penting meriah, ada kegembiraan dengan kondisi seperti keadaan sekarang,” pungkas Saparudin.
Penulis : Choi/Maya
Editor : Dedy
- Penulis: DISKOMINFOPKP
















Saat ini belum ada komentar