Pangkal Pinang - Pangkal Kemenangan

BPS Rilis Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi Desember 2025, Pangkalpinang Tunjukkan Tren Positif

PANGKALPINANG, DISKOMINFO – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pangkalpinang merilis berita resmi statistik terkait perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) dan perekonomian Kota Pangkalpinang Desember 2025, yang disampaikan di Kantor BPS Kota Pangkalpinang, Senin (5/1/2026).

Kepala BPS Kota Pangkalpinang, Dewi Savitri, menyampaikan bahwa pada Desember 2025 Kota Pangkalpinang mengalami inflasi year on year (y-on-y) sebesar 2,58 persen dengan IHK tercatat 107,53.

“Inflasi y-on-y ini dipengaruhi oleh kenaikan harga pada beberapa kelompok pengeluaran, terutama kelompok makanan, minuman dan tembakau yang mengalami kenaikan cukup tinggi,” ujar Dewi.

Kenaikan indeks terjadi pada kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 7,16 persen, pakaian dan alas kaki 0,25 persen, perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga 0,52 persen, perlengkapan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,91 persen, kesehatan 1,52 persen, transportasi 1,92 persen, rekreasi, olahraga dan budaya 1,20 persen, penyediaan makanan dan minuman/restoran 1,22 persen, serta perawatan pribadi dan jasa lainnya 3,68 persen.

Sementara itu, kelompok yang mengalami deflasi secara y-on-y adalah kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,21 persen, serta kelompok pendidikan sebesar 9,90 persen.

Selain inflasi tahunan, Kota Pangkalpinang juga mengalami inflasi month to month (m-to-m) sebesar 0,17 persen dan inflasi year to date (y-to-d) sebesar 2,58 persen.

Dari sisi perekonomian, Dewi menjelaskan bahwa besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Pangkalpinang atas dasar harga berlaku pada triwulan III-2025 mencapai Rp5,06 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp2,72 triliun.

“Ekonomi Kota Pangkalpinang pada triwulan III-2025 terhadap triwulan sebelumnya mengalami kontraksi sebesar 4,24 persen, namun jika dibandingkan dengan triwulan III-2024 tetap tumbuh sebesar 4,12 persen,” jelasnya.

Secara kumulatif hingga triwulan III-2025, ekonomi Kota Pangkalpinang tercatat tumbuh signifikan sebesar 7,27 persen (c-to-c). PDRB Kota Pangkalpinang juga memberikan kontribusi 17,38 persen terhadap total PDRB atas dasar harga berlaku tujuh kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Mewakili Wali Kota Pangkalpinang, Kepala Bapperida Kota Pangkalpinang, Yan Rizana menyampaikan bahwa rilis statistik BPS merupakan informasi yang penting dan strategis bagi pemerintah daerah.

“Data inflasi menjadi indikator penting untuk melihat stabilitas harga dan daya beli masyarakat. Ini berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat dan menjadi perhatian utama pemerintah,” ujarnya.

Yan menambahkan, melalui rilis statistik tersebut, pemerintah daerah dapat mengambil langkah antisipatif dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, memperkuat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), serta mengantisipasi potensi gejolak harga.

“Begitu juga dengan data pertumbuhan ekonomi, ini menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dalam menetapkan program pembangunan dan memperkuat sektor-sektor unggulan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkasnya.

Penulis : Ira/Seftia
Editor : Dedi

Leave A Reply