Pangkal Pinang - Pangkal Kemenangan

ASN Pemkot Pangkalpinang Harus Tingkatkan Kedisiplinan dan Pelayanan Prima di 2026

WhatsAppImage2026-01-05at101421
WhatsAppImage2026-01-05at1014211
WhatsAppImage2026-01-05at1014221
WhatsAppImage2026-01-05at101422
WhatsAppImage2026-01-05at1014212
previous arrow
next arrow
WhatsAppImage2026-01-05at101421
WhatsAppImage2026-01-05at1014211
WhatsAppImage2026-01-05at1014221
WhatsAppImage2026-01-05at101422
WhatsAppImage2026-01-05at1014212
previous arrow
next arrow

PANGKALPINANG, DISKOMINFO— Wakil Wali Kota Pangkalpinang Dessy Ayutrisna, memimpin apel gabungan Pemerintah Kota Pangkalpinang dalam rangka Sambutan Tahun Baru 2026, Senin (5/1/2026). Apel tersebut diikuti oleh jajaran ASN dan pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Pangkalpinang.Dalam sambutannya, Dessy Ayutrisna menyampaikan ucapan Selamat Tahun Baru 2026 kepada seluruh peserta apel. Ia berharap tahun baru ini membawa semangat baru, kesehatan, kebahagiaan, serta kesejahteraan bagi seluruh ASN.“Selamat Tahun Baru 2026 untuk kita semua. Semoga di tahun ini kita semakin sehat, semakin semangat, semakin bahagia, dan sejahtera,” ujarnya.Dessy juga menyampaikan salam dari Wali Kota Pangkalpinang, Prof Saparudin, yang berhalangan hadir karena adanya agenda penting yang tidak dapat ditinggalkan. Wali Kota menitipkan pesan agar seluruh rangkaian kegiatan pemerintahan dapat berjalan dengan lancar.Memasuki tahun baru, Wakil Wali Kota menyampaikan evaluasi terhadap kinerja ASN selama hampir tiga bulan terakhir sejak 15 Oktober 2025. Ia menyoroti beberapa hal penting yang perlu menjadi perhatian bersama.Salah satunya adalah kedisiplinan pegawai. Dessy mengingatkan masih ditemukannya pegawai yang hanya hadir saat absen pagi, kemudian meninggalkan kantor dan kembali pada sore hari.“Kami sebenarnya tidak ingin menegur karena kita semua sudah dewasa. Ini seharusnya menjadi kesadaran diri masing-masing,” tegasnya.Selain itu, ia menekankan pentingnya budaya tepat waktu (on-time) dalam bekerja. Menurutnya, keterlambatan satu kegiatan akan berdampak pada kegiatan lainnya.“Time is money. Jika satu kegiatan molor, maka kegiatan berikutnya ikut tertunda. Mari kita ubah budaya kerja kita secara perlahan menjadi kinerja yang semakin baik,” katanya.Dalam hal pelayanan publik, Dessy menilai kualitas pelayanan di lingkungan Pemkot Pangkalpinang sudah cukup baik, namun belum mencapai service excellent.“Pelayanan publik bukan hanya soal gestur tubuh, tetapi juga cara kita berbicara kepada masyarakat. Ini butuh niat, kesadaran, dan pembelajaran terus-menerus,” ujarnya.Ia berharap standar pelayanan publik di Pangkalpinang dapat terus ditingkatkan hingga setara dengan pelayanan di kementerian-kementerian pusat.Wakil Wali Kota juga menyampaikan pesan Wali Kota Pangkalpinang agar seluruh ASN menjaga dan meningkatkan kebersihan lingkungan kerja, minimal di lingkungan masing-masing OPD.“Kita harus menjadi contoh bagi masyarakat. Jangan sampai kita menyuruh masyarakat menjaga kebersihan, tetapi kita sendiri tidak memberikan teladan,” katanya.Menghadapi tahun 2026, Dessy mengajak seluruh ASN menjadi agen perubahan demi kemajuan Kota Pangkalpinang.“Di sinilah kita tinggal, anak-anak kita tinggal, dan orang tua kita tinggal. Mari kita tanamkan niat untuk bekerja lebih baik lagi sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT,” ungkapnya.Dalam apel tersebut, Dessy juga memaparkan sejumlah prioritas Pemerintah Kota Pangkalpinang tahun 2026, di antaranya: Revitalisasi pasar, Penguatan semangat gotong royong di seluruh lapisan masyarakat, Koordinasi dengan pemerintah pusat terkait penanganan banjir, termasuk pembangunan bendung karet dan infrastruktur pendukung lainnya, Penataan jalan dan perapian trotoar, termasuk penyediaan solusi bagi pedagang melalui penggunaan gerobak beroda.Pemerintah Kota Pangkalpinang juga tengah mendorong digitalisasi parkir dan retribusi guna meningkatkan efisiensi serta meminimalkan kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD).Selain itu, rencana restrukturisasi OPD belum dapat dilakukan dalam waktu dekat karena masih menunggu ketentuan masa tunggu enam bulan serta izin dari Kementerian Dalam Negeri.Terkait pajak daerah, Dessy menyampaikan bahwa Badan Keuangan Daerah (Bakuda) akan melakukan tindakan terhadap tempat usaha yang kurang patuh pajak. Namun demikian, pemerintah tetap mengedepankan pendekatan persuasif melalui edukasi dan pemberian informasi kepada para pengusaha.“Kami ingin para pengusaha lebih sadar dan tidak takut untuk memenuhi kewajiban pajaknya,” pungkasnya.

Penulis : Maya

Editor : Dedy

Leave A Reply