Program KB Gratis Metode MOP Terus Didorong, Realisasi Mendekati Target

WhatsAppImage2026-04-16at1325532
WhatsAppImage2026-04-16at1325521
WhatsAppImage2026-04-16at132552
WhatsAppImage2026-04-16at132553
WhatsAppImage2026-04-16at132551
WhatsAppImage2026-04-16at1325531

PANGKALPINANG, DISKOMINFO – Pemerintah Kota Pangkalpinang terus memperkuat layanan Keluarga Berencana (KB) melalui berbagai pendekatan, salah satunya pelaksanaan Metode Operasi Pria (MOP) atau vasektomi secara gratis di RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang, Kamis (16/4/2026).

Kepala Dinas PPPAKB Kota Pangkalpinang, Agustu Effendi, menyampaikan bahwa layanan ini merupakan bagian dari upaya bersama dalam mendorong perencanaan keluarga yang lebih seimbang dan bertanggung jawab.

Untuk tahun 2026, target MOP yang ditetapkan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) sebanyak lima akseptor. Hingga saat ini, realisasi telah mencapai empat orang. Dari lima calon akseptor yang dijadwalkan, satu di antaranya belum dapat mengikuti layanan karena kondisi kesehatan.

“Pelaksanaan program ini berjalan baik dan kami optimistis target dapat tercapai. Apalagi dalam beberapa tahun terakhir, kesadaran masyarakat terhadap MOP menunjukkan tren yang positif,” ujar Agustu.

Ia menambahkan, pada tahun 2025 lalu, realisasi MOP di Pangkalpinang bahkan melampaui target. Dari target tiga orang, berhasil terealisasi sembilan orang, yang turut menjadi capaian terbaik di tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Program ini didukung melalui DAK yang disalurkan oleh BKKBN ke Balai Penyuluhan KB (BPKKB). Selain layanan gratis, pemerintah juga memberikan dukungan berupa jaminan hidup bagi akseptor selama tiga hari sebesar Rp150.000 per hari.

Menurut Agustu, program KB tidak hanya berfokus pada satu metode, tetapi memberikan berbagai pilihan yang dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing keluarga.

“Baik pria maupun perempuan memiliki peran dalam perencanaan keluarga. Melalui edukasi yang terus dilakukan, masyarakat diharapkan dapat memilih metode yang paling tepat dan nyaman,” jelasnya.

Selain MOP, pemerintah juga menjalankan program lain seperti penyaluran BKB KIT, pencegahan stunting, serta edukasi bagi berbagai kelompok usia mulai dari remaja hingga lansia. Dukungan ekonomi juga diberikan melalui program UPPKA untuk membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga akseptor.

Di lapangan, petugas dan kader PLKB aktif melakukan pendekatan jemput bola kepada masyarakat, khususnya Pasangan Usia Subur (PUS), guna memberikan informasi dan pendampingan terkait perencanaan keluarga.

Bunda GenRe Pangkalpinang, Hj. Susanti Saparudin, S.E., turut mengapresiasi pelaksanaan layanan KB tersebut. Ia menilai, partisipasi masyarakat dalam berbagai metode KB, termasuk MOP, merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program pembangunan keluarga.

“Kami sangat menghargai kesediaan masyarakat yang berpartisipasi dalam program ini. Ini menunjukkan adanya kesadaran bersama untuk merencanakan keluarga yang sehat dan sejahtera,” ungkapnya.

Susanti juga menyempatkan berdialog dengan calon akseptor untuk memberikan semangat dan memastikan mereka mendapatkan informasi yang cukup sebelum mengikuti layanan.

“Langkah ini tentu memerlukan kesiapan dan pemahaman yang baik. Kami mengapresiasi komitmen para akseptor yang telah berpartisipasi, sebagai bagian dari upaya bersama menyukseskan program pemerintah,” tambahnya.

Ia berharap, program ini dapat terus berjalan optimal dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat, sehingga keseimbangan peran dalam ber-KB serta terwujudnya keluarga sejahtera di Kota Pangkalpinang dapat semakin nyata.

Penulis : Ira/Seftia
Editor : Dedy/Ira

Comments (0)
Add Comment