Pemkot Lakukan Pemerataan Pendidikan, Pembangunan SMP Negeri 11 Dimulai

IMG-20260902-WA0004
IMG-20260902-WA0007
IMG-20260902-WA0005
IMG-20260902-WA0006
IMG-20260902-WA0008
PANGKALPINANG, DISKOMINFO— Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang mulai membangun Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 11 Pangkalpinang. Pembangunan tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama yang digelar Rabu (2/9/2026).
Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin mengatakan, pembangunan SMP Negeri 11 yang berlokasi di atas lahan eks Terminal Selindung, merupakan bagian dari upaya pemerintah memenuhi kebutuhan sarana pendidikan seiring pertumbuhan penduduk di Kota Pangkalpinang.
Menurutnya, saat ini Kota Pangkalpinang masih membutuhkan tambahan kapasitas sekolah tingkat SMP. Selain SMP Negeri 11, Pemkot Pangkalpinang juga merencanakan pembangunan SMP Negeri 12 untuk mengantisipasi pertumbuhan jumlah peserta didik.
“Memang satu keharusan karena jumlah penduduk. Pertumbuhan penduduk di Kota Pangkalpinang setiap tahun sekitar 4 sampai 5 persen,” kata Saparudin.
Untuk pembangunan SMP Negeri 11, Saparudin menargetkan pengerjaan dapat rampung pada akhir tahun ini, sehingga sekolah tersebut dapat mulai menerima peserta didik baru pada tahun ajaran mendatang. Adapun daya tampung awal SMP Negeri 11 ditargetkan sebanyak tiga rombongan belajar (rombel) atau sekitar 100 siswa.
Wali Kota yang akrab disapa Prof. Udin menjelaskan, kebutuhan sekolah baru terutama terlihat di sejumlah kawasan yang menjadi wilayah pertumbuhan permukiman, seperti Selindung Baru, serta kawasan Kampak-Tuatunu.
Selain SMP, Pemkot Pangkalpinang juga masih membutuhkan tambahan satu unit Sekolah Dasar (SD), khususnya di kawasan Kampak-Tuatunu.
Prof. Udin menyebut lonjakan jumlah calon peserta didik juga terlihat saat proses penerimaan siswa baru. Kondisi tersebut terjadi terutama di Kecamatan Gabek dan Kecamatan Gerunggang.
“Pada waktu kami melakukan penerimaan siswa baru, sudah kelihatan datanya bahwa terjadi lonjakan di daerah-daerah kawasan Gabek dan Kecamatan Gerunggang,” ujarnya.
Namun, Saparudin menegaskan pembangunan sekolah tidak berhenti pada pembangunan gedung. Setelah sarana pendidikan tersedia, persoalan berikutnya yang harus segera diselesaikan adalah ketersediaan tenaga pendidik.
Ia mengungkapkan, Kota Pangkalpinang saat ini masih mengalami kekurangan sekitar 120 guru untuk memenuhi kebutuhan pendidikan, termasuk untuk sekolah-sekolah baru. Hal ini disebabkan jumlah guru yang memasuki masa pensiun cukup signifikan. Setiap tahunnya, rata-rata terdapat sekitar 30 guru yang pensiun.
“Kita kekurangan sekitar 120 guru di Kota Pangkalpinang untuk memenuhi kebutuhan SMP yang baru ini, SMP 11, SMP 12, SD, dan juga beberapa guru kita yang pensiun,” ungkapnya.
Prof. Udin juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani yang dinilai cepat merespons kebutuhan pembangunan sektor pendidikan di Pangkalpinang.
Ia mencontohkan pembangunan SMA Negeri 5 Pangkalpinang yang sebelumnya telah dimulai dan kini sudah menerima siswa, meski proses pembelajarannya masih dititipkan. Sekolah tersebut ditargetkan dapat digunakan secara penuh pada akhir 2026 atau awal 2027.
“Terima kasih Pak Gubernur dan jajarannya yang telah memenuhi kapasitas pendidikan di Kota Pangkalpinang,” katanya.
Penulis : Benny/Seftia
Editor : Dedy
Comments (0)
Add Comment