PANGKALPINANG — Pemerintah Kota Pangkalpinang melalui Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang kembali menghadirkan Festival Nganggung sebagai bagian dari upaya memperkuat pelestarian budaya sekaligus mengembangkan potensi wisata budaya Kota Pangkalpinang.
Mengusung tema “1000 Pintu, 1000 Dulang”, Festival Nganggung 2026 membawa pesan tentang kebersamaan, gotong royong, persaudaraan dan identitas budaya masyarakat Bangka.
Tema tersebut terinspirasi dari filosofi Sepintu Sedulang, yaitu setiap pintu rumah membawa satu dulang berisi hidangan untuk dinikmati dan dibagikan bersama. Tradisi ini telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Bangka dan dikenal sebagai salah satu simbol kebersamaan serta gotong royong.
1000 PINTU, 1000 DULANG
“1000 Pintu” merepresentasikan masyarakat Kota Pangkalpinang yang berasal dari berbagai latar belakang, tetapi memiliki ruang yang sama untuk bertemu, bersilaturahmi dan membangun kebersamaan.
Sementara “1000 Dulang” menjadi simbol kontribusi setiap keluarga dan masyarakat dalam menghadirkan kebersamaan.
Dulang bukan hanya tempat membawa makanan. Dalam tradisi Nganggung, dulang menjadi simbol berbagi dan kepedulian. Makanan yang dibawa dari rumah kemudian dinikmati bersama, sehingga tidak lagi menjadi milik satu keluarga, tetapi menjadi bagian dari kebersamaan seluruh masyarakat.
Karena itu, 1000 Pintu, 1000 Dulang bukan sekadar angka, melainkan sebuah pesan:
«Dari banyak pintu, kita datang membawa kebaikan. Dari banyak dulang, kita membangun kebersamaan.»
NGANGGUNG: TRADISI YANG MENJADI IDENTITAS
Nganggung merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Bangka yang dilakukan dengan membawa makanan di dalam dulang yang ditutup dengan tudung saji menuju tempat berkumpul, seperti masjid, surau atau balai masyarakat.
Tradisi tersebut memiliki nilai sosial yang kuat, antara lain gotong royong, kepedulian, silaturahmi dan persatuan. Nganggung juga menjadi salah satu identitas budaya masyarakat Bangka.
Festival Nganggung 2026 berupaya menghadirkan kembali nilai tersebut dalam sebuah perayaan budaya yang dapat dinikmati masyarakat sekaligus menjadi pengalaman wisata bagi pengunjung.
DARI TRADISI MENJADI ATRAKSI WISATA
Festival Nganggung tidak hanya diarahkan sebagai kegiatan pelestarian budaya, tetapi juga sebagai atraksi wisata budaya Kota Pangkalpinang.
Wisatawan tidak hanya diajak melihat budaya, tetapi diharapkan dapat merasakan langsung suasana kebersamaan yang menjadi bagian dari tradisi Nganggung.
Melalui festival ini, budaya lokal dikemas menjadi pengalaman yang lebih menarik, komunikatif dan relevan bagi masyarakat masa kini, terutama generasi muda.
Dengan demikian, Festival Nganggung diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap:
– peningkatan daya tarik wisata budaya;
– promosi Kota Pangkalpinang;
– peningkatan kunjungan wisatawan;
– penguatan identitas budaya daerah;
– ruang promosi bagi UMKM dan ekonomi kreatif; serta
– peningkatan partisipasi masyarakat dalam pelestarian budaya.
MENGAJAK GENERASI MUDA
Salah satu tantangan pelestarian budaya adalah bagaimana membuat generasi muda merasa bahwa budaya daerah merupakan sesuatu yang dekat dengan kehidupan mereka.
Karena itu, Festival Nganggung dikemas sebagai festival yang tidak hanya menampilkan tradisi, tetapi juga menghadirkan ruang interaksi, kreativitas, dokumentasi dan promosi melalui berbagai media.
Generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi bagian dari pelestarian dan pengembangan budaya Pangkalpinang.
BUDAYA, PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF
Festival Nganggung juga menjadi momentum mempertemukan tiga kekuatan: budaya, pariwisata dan ekonomi kreatif.
Ketika sebuah tradisi dikemas menjadi atraksi wisata, maka masyarakat dapat memperoleh manfaat yang lebih luas. Pelaku UMKM, kuliner, kriya, seni pertunjukan, komunitas kreatif dan pelaku usaha pariwisata dapat mengambil bagian dalam ekosistem festival.
Dengan demikian, pelestarian budaya tidak berhenti pada menjaga tradisi, tetapi juga dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
PESAN UTAMA FESTIVAL
Festival Nganggung 2026 ingin menyampaikan bahwa:
Budaya adalah identitas.
Nganggung adalah kebersamaan.
Dulang adalah simbol berbagi.
Dan Pangkalpinang adalah rumah bagi keberagaman.
Melalui “1000 Pintu, 1000 Dulang”, masyarakat diajak kembali mengingat bahwa di tengah kehidupan yang semakin modern, nilai kebersamaan, gotong royong dan saling berbagi tetap menjadi kekuatan yang harus dijaga.
“Festival Nganggung bukan sekadar menghadirkan seribu dulang. Yang ingin kita hadirkan adalah seribu semangat kebersamaan. Setiap pintu membawa dulang, dan setiap dulang membawa pesan bahwa kita bisa berbagi, duduk bersama dan merayakan keberagaman sebagai satu masyarakat Pangkalpinang.”
PENUTUP
Melalui Festival Nganggung 2026, Pemerintah Kota Pangkalpinang mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga warisan budaya sekaligus memperkenalkannya kepada dunia.
Karena pada akhirnya, 1000 pintu bukan tentang banyaknya rumah, dan 1000 dulang bukan hanya tentang banyaknya makanan.
1000 Pintu, 1000 Dulang adalah tentang bagaimana ribuan orang datang dari tempat yang berbeda, membawa sesuatu dari rumahnya, lalu duduk bersama sebagai satu keluarga besar Pangkalpinang.
1000 PINTU, 1000 DULANG
Satu Tradisi, Seribu Kebersamaan