Dodol Nanas Tuatunu Rambah Pasar Nasional
- account_circle DISKOMINFOPKP
- calendar_month 4 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PANGKALPINANG, DISKOMINFO – Wali Kota Pangkalpinang Prof. Saparudin, meluncurkan produk olahan dodol nanas asal Kelurahan Tuatunu, sekaligus melepas pengiriman perdana sebanyak setengah ton ke Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (26/6/2026).
Peluncuran yang dilakukan bersama Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Ade Agustina tersebut, menjadi langkah awal memperluas pemasaran produk olahan nanas sebagai salah satu oleh-oleh khas Pangkalpinang, juga meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan daerah.
Wali Kota Prof. Saparudin mengatakan, program tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang dengan Kementerian Hukum dan HAM dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pengembangan produk berbasis potensi lokal.
“Kami bersyukur kolaborasi antara pemerintah daerah dan kementerian vertikal dapat berjalan dengan baik. Kami ingin ekonomi tumbuh dari masyarakat, sedangkan pemerintah berperan sebagai fasilitator agar masyarakat semakin mandiri secara ekonomi,” ujarnya.
Menurut Prof. Udin-sapaan akrabnya, pemerintah telah menyiapkan berbagai program pendukung, salah satunya pembangunan rumah produksi pengolahan nanas yang berlokasi di dekat Polsek Selindung. Fasilitas tersebut telah selesai dibangun, dan dalam waktu dekat akan diresmikan untuk mendukung peningkatan kapasitas produksi.
“Pengolahan nanas menjadi berbagai produk seperti dodol merupakan solusi untuk meningkatkan nilai jual buah nanas yang selama ini mudah rusak apabila hanya dipasarkan dalam kondisi segar.
Wali Kota berharap pengiriman perdana tersebut menjadi pintu masuk bagi produk olahan nanas Pangkalpinang untuk menembus pasar yang lebih luas, dan memperkuat identitas daerah sebagai penghasil berbagai produk olahan nanas berkualitas.
“Kita mendoakan agar program ini terus berlanjut dan semakin maju. Produk-produk olahan nanas dari Pangkalpinang ke depan diharapkan mampu bersaing di pasar luar daerah,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala Ditjenpas Babel Ade Agustina mengatakan, pengiriman perdana ke Bandung merupakan tahap awal pemasaran produk olahan nanas hasil kolaborasi, antara warga binaan Lapas Kelas IIA Pangkalpinang dengan masyarakat Kelurahan Tuatunu.
“Hari ini kita bersama Bapak Wali Kota Pangkalpinang menyelenggarakan launching produk olahan nanas, yang nantinya akan menghasilkan berbagai macam makanan dan bisa menjadi oleh-oleh khas Pangkalpinang, khususnya Tua Tunu,” ujarnya.
Ade menjelaskan, Bandung dipilih sebagai tujuan pengiriman pertama karena merupakan salah satu kota tujuan wisata yang banyak dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara, sehingga memiliki potensi pasar yang besar.
Ia menambahkan, apabila permintaan pasar terus meningkat, produksi tidak hanya dilakukan oleh Lapas Kelas IIA Pangkalpinang, tetapi juga akan melibatkan rumah produksi melalui kerja sama dengan berbagai pihak.
“Ini diawali dari Lapas Kelas IIA Pangkalpinang. Tetapi nantinya akan ada rumah produksi, karena tidak mungkin kita mengolah sendiri jika permintaan sangat besar,” katanya.
Setelah uji coba pemasaran di Jawa Barat, produk olahan nanas Tua Tunu ditargetkan dipasarkan ke Jakarta hingga berbagai daerah di Indonesia melalui kerja sama dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), serta pelaku UMKM di berbagai wilayah.
Penulis : Choi/Seftia
Editor : Dedy
- Penulis: DISKOMINFOPKP

















Saat ini belum ada komentar