Pangkal Pinang - Pangkal Kemenangan

Jika Perempuannya Baik, Negara pun akan Menjadi Baik

WhatsAppImage2025-12-21at1757313
WhatsAppImage2025-12-21at175731
WhatsAppImage2025-12-21at1757312
WhatsAppImage2025-12-21at1757311
previous arrow
next arrow
WhatsAppImage2025-12-21at1757313
WhatsAppImage2025-12-21at175731
WhatsAppImage2025-12-21at1757312
WhatsAppImage2025-12-21at1757311
previous arrow
next arrow

PANGKALPINANG , DISKOMINFO- Wakil Wali Kota Pangkalpinang Dessy Ayutrisna, atau yang akrab disapa Cece Dessy, menegaskan bahwa peran perempuan saat ini tidak lagi terbatas pada ranah domestik.

Perempuan, menurutnya, telah memasuki sektor publik yang inklusif dan memiliki kontribusi besar dalam berbagai bidang, mulai dari ekonomi, politik, sosial, hingga lingkungan.

“Dulu perempuan identik dengan dapur, sumur, dan kasur. Sekarang perempuan sudah beralih ke sektor publik yang inklusif,” ujar Cece Dessy dalam kegiatan Seminar Partisipasi Publik untuk Perlindungan Perempuan di Lingkup Masyarakat yang digelar HKTI Bangka Belitung, Minggu (21/12/2025).

Ia menyampaikan, perempuan memegang peranan yang sangat strategis, baik sebagai individu, ibu, istri, maupun sebagai abdi masyarakat. Bahkan, Cece Dessy mengutip ungkapan bahwa perempuan adalah tiang negara. Jika perempuannya baik, maka negara pun akan menjadi baik.

Namun demikian, Cece Dessy mengakui bahwa perempuan kerap masih dipandang sebelah mata. Meski begitu, ia menilai saat ini sudah ada kemajuan,, salah satunya melalui Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 yang mengatur keterwakilan perempuan minimal 30 persen dalam politik.

“Itu adalah bentuk penghargaan dan pengakuan bahwa peran perempuan itu luar biasa dalam pemerintahan dan bernegara,” katanya.

Cece Dessy juga menekankan pentingnya perempuan untuk terus meningkatkan kapasitas diri. Menurutnya, perempuan harus aktif meng-upgrade pengetahuan, wawasan, dan keterampilan, baik untuk pengembangan diri, keluarga, maupun usaha seperti UMKM.

Ia berbagi pengalaman pribadinya saat memutuskan melanjutkan pendidikan S2 ketika sedang hamil, dan masih berperan sebagai ibu rumah tangga. Keputusan itu bukan karena ambisi jabatan, melainkan keinginannya untuk menjadi ibu yang cerdas bagi anak-anaknya.

“Saat itu saya tidak pernah terpikir akan menjadi Wakil Wali Kota. Saya hanya berpikir, sebagai ibu saya harus pintar agar bisa mendidik anak-anak saya,” tuturnya.

Lebih lanjut, Cece Dessy mengingatkan bahwa perempuan juga perlu memahami perlindungan bagi dirinya dan anak-anak, mengingat semakin luasnya peran perempuan di ruang publik.

Ia mendorong perempuan untuk itu memiliki wawasan tentang hak-hak dan perlindungan hukum yang sudah diatur dalam undang-undang maupun peraturan daerah.

Menutup pernyataannya, Cece Dessy menyampaikan pesan reflektif tentang kemuliaan perempuan. Ia menegaskan bahwa perempuan tetap berhak bahagia, terhormat, dan memiliki harapan, apa pun masa lalu yang pernah dialami.

Penulis : Maya
Editor : Dedi

Leave A Reply