Pangkal Pinang - Pangkal Kemenangan

Gerakan Pangan Murah Langkah Konkret Pemerintah Kendalikan Harga Jelang Ramadan dan Imlek

WhatsApp Image 2026-02-11 at 11.17.26
WhatsApp Image 2026-02-11 at 11.17.25 (1)
WhatsApp Image 2026-02-11 at 11.17.25
WhatsApp Image 2026-02-11 at 11.17.24 (1)
WhatsApp Image 2026-02-11 at 11.17.24
previous arrow
next arrow
WhatsApp Image 2026-02-11 at 11.17.26
WhatsApp Image 2026-02-11 at 11.17.25 (1)
WhatsApp Image 2026-02-11 at 11.17.25
WhatsApp Image 2026-02-11 at 11.17.24 (1)
WhatsApp Image 2026-02-11 at 11.17.24
previous arrow
next arrow

PANGKALPINANG, DISKOMINFO – Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM), di Halaman Kantor Kecamatan Gabek, Rabu (11/2/2026).

Kegiatan ini disambut antusias ratusan warga yang sejak pagi yang memadati lokasi untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Wali Kota Pangkalpinang Prof. Saparudin mengatakan, GPM dilaksanakan sebagai langkah konkret pemerintah daerah dalam mengendalikan harga bahan pokok menjelang Ramadan, sekaligus pasca perayaan Imlek.

“Ini kita lakukan dalam rangka pengendalian harga bahan pokok, apalagi menjelang Ramadan dan setelah Imlek. Pemerintah kota hadir agar masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan dengan harga lebih ringan,” ujarnya usai memantau stand jualan.

Hingga saat ini, menurut Wali Kota, harga bahan pokok di pasar masih relatif terkendali. Pemerintah Kota Pangkalpinang juga terus memantau distribusi dan ketersediaan stok ke pasar maupun distributor.

“Kalau kita lihat, harga-harga di pasar masih terkendali. Informasi yang kita terima, stok juga aman. Untuk gas di Pangkalpinang sendiri juga sudah mulai normal,” jelasnya.

Dalam Gerakan Pangan Murah tersebut, berbagai komoditas dijual dengan harga di bawah pasaran, di antaranya beras Bulog, telur ayam, bawang merah, bawang putih, tomat, aneka sayuran, buah-buahan, hingga produk UMKM lokal.

Pantauan di lapangan, warga tampak antusias berbelanja. Sejumlah lapak diserbu pembeli, terutama untuk komoditas sayuran dan beras. Suasana semakin ramai dengan interaksi tawar-menawar ringan antara pedagang dan warga, menciptakan atmosfer pasar rakyat yang hidup.

Salah seorang warga, Sri mengaku sangat terbantu dengan adanya Gerakan Pangan Murah ini. Menurutnya, selisih harga yang ditawarkan cukup signifikan dibandingkan harga pasar.

“Alhamdulillah sangat terbantu. Selisih harganya lumayan. Wortel biasanya di pasar bisa Rp20 ribuan per kilo, di sini cuma Rp14 ribuan. Bawang yang biasanya Rp40 ribuan, di sini sekitar Rp32 ribuan,” ujarnya.

Sri berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara rutin, terutama menjelang hari-hari besar keagamaan.

“Kalau bisa sering-sering diadakan, apalagi mau Ramadan. Ini jelas meringankan beban masyarakat,” pungkasnya.

Penulis: Seftia

Editor: Dedy

Leave A Reply