PANGKALPINANG, DISKOMINFO – Bunda Literasi Kota Pangkalpinang, Susanti Saparudin, S.E., membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Cerdas Mengulas Buku bagi siswa Sekolah Dasar yang digelar di Bangka City Hotel, Kamis (12/3/2026).
Kegiatan tersebut diikuti oleh 100 siswa kelas V dari 20 sekolah dasar yang ada di Kota Pangkalpinang. Bimtek ini bertujuan menumbuhkan budaya literasi sejak dini sekaligus melatih kemampuan siswa dalam memahami dan mengulas buku secara kritis dan kreatif.
Susanti Saparudin menyampaikan bahwa membaca merupakan langkah awal untuk membuka wawasan, namun kemampuan mengulas buku menjadi bagian penting untuk benar-benar memahami isi bacaan.
“Membaca itu seperti membuka jendela dunia, namun mengulas buku adalah cara kita masuk dan memahami isi rumah tersebut. Menjadi pembaca yang cerdas bukan hanya soal seberapa cepat kita menghabiskan halaman, tapi seberapa dalam kita mampu memetik hikmah dan menuangkannya kembali menjadi ide yang kreatif,” ujarnya.
Ia menilai, di tengah perkembangan era digital yang semakin pesat, kemampuan menganalisis, mengkritisi, dan menceritakan kembali isi bacaan menjadi bekal penting bagi generasi muda.
Menurutnya, keterampilan tersebut merupakan senjata masa depan yang akan membantu anak-anak tidak hanya memahami teks, tetapi juga membaca peluang dan situasi di kehidupan nyata.
“Bunda ingin dari Pangkalpinang dan seluruh pelosok Bangka Belitung lahir generasi yang tidak hanya pandai membaca teks, tetapi juga pandai membaca peluang dan situasi,” katanya.
Melalui kegiatan Bimtek ini, ia juga mendorong para siswa untuk lebih berani menyampaikan pendapat, lebih kritis dalam memahami pesan moral dari setiap cerita, serta lebih kreatif dalam menyusun ulasan buku yang dapat menginspirasi teman-teman lainnya.
Susanti berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dari para mentor yang hadir dalam kegiatan tersebut.
“Gunakan kesempatan ini sebaik mungkin. Jadilah bintang literasi yang akan mengharumkan nama Negeri Serumpun Sebalai,” ujar Susanti.
Di akhir kegiatan, ia kembali mengingatkan pentingnya semangat literasi yang selaras dengan penguatan bahasa.
“Utamakan Bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah, dan kuasai bahasa asing,” tutupnya.
Penulis : Ira/Seftia
Editor : Dedy/Ira