Musrenbang Jadi Ruang Penentuan Pembangunan Berdasar Aspirasi Masyarakat

WhatsAppImage2026-02-09at133157
WhatsAppImage2026-02-09at133158
WhatsAppImage2026-02-09at1331571
WhatsAppImage2026-02-09at1331581
WhatsAppImage2026-02-09at1331582

PANGKALPINANG, DISKOMINFO — Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di tingkat kecamatan, yang berlangsung di di Aula Kantor Camat Pangkalbalam, Senin (9/2/2026).

Wakil Wali Kota Pangkalpinang Dessy Ayutrisna, di hadapan peserta musrenbang yang terdiri dari unsur pemerintah, tokoh masyarakat, hingga perwakilan kelurahan, menegaskan komitmen Pemkot Pangkalpinang untuk merealisasikan aspirasi masyarakat secara bertahap sesuai kemampuan anggaran.

Tingginya partisipasi dinilai Dessy sebagai cerminan keseriusan bersama dalam menentukan arah pembangunan wilayah. Untuk itu, pentong baginya ruang diskusi seperti musrenbang untuk menyerap kebutuhan riil masyarakat, sekaligus menyelaraskannya dengan kondisi fiskal daerah.

“Di sinilah kami hadir untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat dan menyesuaikannya dengan kemampuan anggaran. Apa yang benar-benar dibutuhkan akan kita wujudkan secara bertahap,” ujar Dessy.

Ia memaparkan, keterbatasan realisasi program tidak terlepas dari tekanan keuangan daerah. Pada tahun anggaran 2025, Pemkot Pangkalpinang menghadapi defisit yang diperparah pemotongan dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat hingga hampir Rp200 miliar.

Meski demikian, Pemkot disebutnya tidak tinggal diam. Selain mengoptimalkan APBD, Pemkot juga membuka peluang dukungan pendanaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di kawasan Pangkalbalam, serta bantuan pemerintah provinsi dan pusat.

Berdasarkan evaluasi musrenbang sebelumnya, persoalan yang paling sering disuarakan warga masih berkutat pada infrastruktur dasar, seperti penerangan jalan umum, kondisi jalan dan jembatan, hingga drainase. Dessy menekankan agar setiap usulan benar-benar berangkat dari kebutuhan mendesak di lapangan.

“Kalau ada yang sifatnya urgent, misalnya lampu jalan kurang terang dan memicu kecelakaan, silakan sampaikan. Jika laporan ke OPD belum cepat ditindaklanjuti, boleh langsung ke kami. Saya pastikan setiap laporan akan saya cek dan ricek,” tegasnya.

Sementara itu, Camat Pangkalbalam Purnamawan, melaporkan rangkaian musrenbang telah dimulai sejak Januari 2026 melalui pra-musrenbang dan Musrenbang tingkat kelurahan. Seluruh hasil pembahasan kemudian dirumuskan dalam forum kecamatan sebagai bentuk pengakomodasian aspirasi masyarakat lintas sektor.

“Forum ini menjadi wadah penyelarasan kebutuhan masyarakat dengan rencana pembangunan daerah, baik di bidang fisik, kesehatan, pendidikan, maupun sektor lainnya,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi kehadiran Wakil Wali Kota, PD terkait, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta peserta Musrenbang yang hadir lengkap. Purnamawan berharap forum ini mampu melahirkan usulan prioritas yang realistis dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Musrenbang Kecamatan Pangkalbalam diharapkan menjadi pijakan strategis dalam penyusunan program pembangunan Kota Pangkalpinang ke depan—dengan menekankan sinergi, komunikasi dua arah, serta pengelolaan keterbatasan anggaran secara bijak.

Penulis : Benny/Maya
Editor : Dedy

Comments (0)
Add Comment