Guru Harus Cakap Integrasikan Literasi Digital kepada Siswa

IMG-20260516-WA0013
IMG-20260516-WA0014
IMG-20260516-WA0012
IMG-20260516-WA0011

PANGKALPINANG, DISKOMINFO- Untuk memperkuat jejaring antar alumni, serta meningkatkan kompetensi para pendidik di Kota Pangkalpinang, Ikatan Alumni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKA FKIP) Universitas Sriwijaya (Unsri) Cabang Bangka Belitung (Babel) menggelar seminar pendidikan, dan pelantikan pengurus baru.

Acara pelantikan dan seminar pendidikan yang diadakan oleh IKA FKIP Unsri langsung dihadiri oleh Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, di Balai Besar Batason, Sabtu (16/5/2026).

Prof.Udin—sapaan akrab Wali Kota menjelaskan, pelantikan ini bertujuan untuk menghimpun potensi alumni dari berbagai profesi—mulai dari guru, kepala sekolah, hingga praktisi pendidikan agar dapat memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan lokal.

“Sesuai dengan tema yang di angkat yaitu ‘Jejak alumni inspirasi generasi membangun jembatan karir dan kemajuan pendidikan Babel’. Yang artinya para alumni ini harus berkolaborasi dengan pemerintah agar pendidikan di Kota Pangkalpinang ini dapat semakin berkembang,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, profesi guru dan dosen sangat penting, di mana era digitalisasi ini gaya dan paradigma mengajar dan belajar sudah sangat berbeda. Dengan kemudahan era digitalisasi ini para guru maupun dosen harus pandai memilih cara pengajaran yang baru sesuai dengan kebutuhan zaman.

“Sekarang saja melalui aplikasi-aplikasi yang ada anak-anak sangat dengan mudah untuk mencari jawaban dari pelajaran itu tanpa harus berpikir, tanpa harus membaca, tinggal buka aplikasi tersebut, semua beres,” jelasnya.

Katanya, mengajar di era digitalisasi berarti bertransformasi menjadi fasilitator dan mentor. Guru harus mengintegrasikan teknologi interaktif seperti video dan platform LMS ke dalam kelas, sekaligus menanamkan literasi digital dan berpikir kritis agar siswa bijak menghadapi arus informasi.
“Kita harus bisa mengarahkan siswa mencari dan menyaring informasi, bukan sekadar menyuapi materi. Membangun antusiasme belajar dan memandu karakter siswa, teknologi menjadi alat bantu (bukan pengganti) untuk membuat pembelajaran lebih relevan,” pungkasnya.

Penulis : Choi/Maya
Editor : Dedy

Comments (0)
Add Comment