ASN Inovatif dan Kreatif Kunci Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik

WhatsApp Image 2026-02-11 at 11.28.35 (1)
WhatsApp Image 2026-02-11 at 11.28.35
WhatsApp Image 2026-02-11 at 11.28.34 (1)
WhatsApp Image 2026-02-11 at 11.28.34

PANGKALPINANG, DISKOMINFO — Wali Kota Pangkalpinang Prof Saparudin, atau Prof Udin mendorong seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Perangkat Daerah (PD) untuk terus meningkatkan kreativitas dan melahirkan inovasi dalam pelayanan publik.

Hal itu disampaikannya dalam agenda Penghargaan Inovasi Daerah 2025 dan persiapan Lomba Innovative Government Award (IGA) 2026 yang digelar Kementerian Dalam Negeri RI, di Ruang Pertemuan Bapperida Pangkalpinang, Rabu (11/2/2026).

Dalam sambutannya, Prof. Udin menegaskan bahwa inovasi menjadi kunci penting dalam menjawab tantangan pelayanan publik yang semakin kompleks.

“Dengan adanya inovasi, kita bisa mengantisipasi dinamika yang terjadi di masyarakat hari ini. Problem semakin kompleks, sehingga diperlukan terobosan-terobosan untuk menyelesaikan persoalan, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan,” ujarnya.

Ia mengapresiasi para inovator di Lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang yang telah berkontribusi aktif mengembangkan inovasi sepanjang 2025. Menurutnya, capaian tersebut patut dibanggakan sekaligus menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas inovasi daerah.

Meski demikian, Prof. Udin mengakui posisi inovasi Kota Pangkalpinang secara nasional masih perlu ditingkatkan. Karena itu, ia mengajak seluruh PD untuk lebih progresif dan berani menghadirkan gagasan baru.

“Saya mengajak teman-teman di Pemerintah Kota untuk berpikir lebih inovatif dan kreatif. Kita perlu membangun semangat bersama agar setiap OPD mampu menghadirkan solusi baru bagi masyarakat,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya keseimbangan antara pembangunan fisik dan pembangunan sumber daya manusia (SDM). Bahkan, menurutnya, penguatan SDM harus menjadi prioritas utama.

“Kalau saya kasih timbangan, saya lebih cenderung membangun sumber daya manusia lebih kuat. Kalau SDM kita kuat, pembangunan akan berjalan lebih cepat dan pelayanan kepada masyarakat akan semakin baik,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Udin menyampaikan komitmen Pemkot Pangkalpinang untuk memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan inovasi, baik melalui kebijakan, peningkatan kapasitas SDM, maupun penciptaan iklim kerja yang kondusif.

Ia juga mendorong para inovator untuk mendaftarkan hasil inovasinya ke Kementerian Hukum dan HAM guna memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Menurutnya, hal itu tidak hanya melindungi karya inovasi, tetapi juga dapat menjadi nilai tambah bagi jabatan fungsional ASN.

“Kalau Bapak/Ibu punya inovasi, nanti kita coba daftarkan HAKI. Itu bisa menjadi poin tambahan bagi jabatan fungsional,” ujarnya.

Pada ajang Penghargaan Inovasi Daerah 2025, sejumlah PD menerima apresiasi atas terobosan yang telah dilakukan. Di antaranya BPBD Pangkalpinang melalui inovasi BPBD Go To School, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) dengan inovasi Si Relasi RTLH, serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) dengan dua inovasi yakni Pelangi di Matamu dan Permata Aqiqah.

Selain itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan melalui inovasi MKDS, Dinas Sosial dengan Siap Bos, Diskominfo dengan Sip Kadin, Kecamatan Gerunggang dengan inovasi Sekaput, Kecamatan Pangkalbalam dengan inovasi Paling, Puskesmas Pangkalbalam dengan Sobat Hebat, serta Puskesmas Girimaya melalui inovasi Asah turut menerima penghargaan.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Pangkalpinang berharap dapat memperkuat kesiapan daerah menghadapi penilaian IGA 2026 sekaligus menumbuhkan budaya inovasi berkelanjutan di lingkungan birokrasi.

Penulis: Maya
Editor: Dedy

Comments (0)
Add Comment