Pangkal Pinang - Pangkal Kemenangan

RSUD Depati Hamzah Berulang Tahun, Jadi Momentum Peningkatan Kualitas Pelayanan Kesehatan untuk Masyarakat

IMG-20251213-WA0017
IMG-20251213-WA0018
IMG-20251213-WA0019
IMG-20251213-WA0020
IMG-20251213-WA0023
IMG-20251213-WA0026
previous arrow
next arrow
IMG-20251213-WA0017
IMG-20251213-WA0018
IMG-20251213-WA0019
IMG-20251213-WA0020
IMG-20251213-WA0023
IMG-20251213-WA0026
previous arrow
next arrow

PANGKALPINANG – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Hamzah Kota Pangkalpinang memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-42 dengan menggelar kegiatan bakti sosial berupa khitanan massal, serta operasi gratis bibir dan langit-langit mulut sumbing, pada Sabtu (13/12/2025).

Kegiatan yang bertempat di Ruang Betason RSUD Depati Hamzah ini menjadi bagian dari upaya nyata peningkatan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Wali Kota Pangkalpinang, Prof Saparudin, dalam sambutannya memberikan apresiasi dengan setiap peningkatan yang telah dilakukan, baik dari sisi fasilitas dan infrastruktur, maupun ketersediaan dokter dan tenaga paramedis di RSUD Depati Hamzah.

“Alhamdulillah, hari ini RSUD Depati Hamzah sudah semakin baik. Fasilitas dan infrastrukturnya meningkat, tenaga medis dan paramedisnya semakin lengkap, dan pelayanannya pun semakin baik. Mudah-mudahan ke depan pelayanan kepada masyarakat semakin meningkat,” ujarnya.

Wali Kota juga menekankan pentingnya pelayanan yang cepat dan responsif. Ia meminta masyarakat untuk tidak ragu melapor apabila mendapatkan pelayanan yang kurang menyenangkan, agar dapat segera dilakukan koreksi dan perbaikan.

Selain RSUD, Pemerintah Kota Pangkalpinang juga terus memperkuat pelayanan kesehatan tingkat pertama. Saat ini, sembilan puskesmas di Kota Pangkalpinang telah berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), sehingga diharapkan mampu memberikan pelayanan terbaik di tingkat pertama dan kedua bagi masyarakat.

Dalam waktu dekat, Pemerintah Kota Pangkalpinang juga tengah menyiapkan layanan kesehatan khusus bagi lanjut usia (lansia). Lansia berusia di atas 60 tahun nantinya tidak perlu lagi mengantre di ruang pelayanan umum, melainkan akan dilayani di ruang khusus.

Selain itu, akan disiapkan pula layanan mobile lansia, di mana masyarakat cukup menghubungi layanan rumah sakit, dan tim medis akan langsung mendatangi rumah pasien lansia yang tidak mampu datang ke rumah sakit.

“Layanan lansia akan menjadi layanan prioritas di bidang kesehatan, karena orang tua kita perlu mendapatkan pelayanan yang lebih baik,” ujar Wali Kota.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota juga menyinggung peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-61, di mana Presiden memberikan perhatian besar terhadap program nasional di bidang kesehatan, termasuk penguatan infrastruktur medis, tenaga dokter, serta sistem pelayanan BPJS Kesehatan.

Hingga saat ini, Kota Pangkalpinang telah menerapkan Universal Health Coverage (UHC) Prioritas, sehingga seluruh masyarakat Pangkalpinang dapat memperoleh layanan kesehatan secara gratis di rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS.

“Seluruh masyarakat Pangkalpinang dilayani secara gratis. Bahkan, bagi masyarakat yang masih memiliki tunggakan BPJS dan tergolong tidak mampu, tunggakannya akan dibayarkan oleh pemerintah,” jelasnya.

Di tengah suasana peringatan HUT, Wali Kota juga mengajak seluruh hadirin untuk mendoakan masyarakat di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang terdampak banjir bandang akibat hujan lebat yang melanda berbagai daerah di Indonesia.

Kegiatan bakti sosial ini menjadi wujud apresiasi atas kerja keras seluruh dokter, tenaga paramedis, dan panitia yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran dalam melayani masyarakat sepanjang tahun.

“Terima kasih kepada seluruh dokter, paramedis, dan panitia yang telah mendukung kegiatan ini. Semoga RSUD Depati Hamzah terus menjadi rumah sakit yang dekat dengan masyarakat dan menjadi pilihan utama pelayanan kesehatan di Kota Pangkalpinang,” katanya.

Dalam kegiatan khitanan massal, RSUD Depati Hamzah awalnya menargetkan 42 peserta dari 42 kelurahan di Kota Pangkalpinang. Namun, tingginya antusiasme masyarakat membuat jumlah peserta terus bertambah hingga mencapai 63 anak, dengan rentang usia mulai dari taman kanak-kanak (TK) hingga sekolah dasar (SD).

Sementara itu, untuk layanan operasi gratis bibir dan langit-langit mulut sumbing, tercatat 24 orang mendaftar. Setelah melalui proses seleksi medis, 17 pasien dinyatakan lolos.

Penulis: Seftia

Editor: Dedy

Leave A Reply